Kamis, 15 September 2022


Khotbah Ibadah PP/Remaja GKPI Jeriko Sigambal

Kamis, 15 September 2022    

Bersyukur dalam Segala Hal 

(Mandok Mauliate Siala Saluhutna)

1 Tesalonika 5 : 16 – 24

A. Pengantar 

Surat 1 Tesalonika ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika. Surat ini ditulis Paulus pada saat pelayannya di kota Korintus. Adapun surat ini bertujuan untuk meneguhkan Jemaat Tesalonika yang sedang mengalami penderitaan dan penganiayaan. Paulus berharap mereka tetap kuat dan semangat dalam berbagai tantangan dan pergumulan yang mereka hadapi, termasuk tetap bersyukur dalam segala hal. 

B. Renungan

Dalam nats khotbah 1 Tesalonika 5 : 16 – 24, bisa dibagi dalam 3 bagian. Bagian pertama adalah nasehat kepada jemaat di Tesalonika. Ada 7 nasehat yang disampaikan Paulus, yakni: Bersukacitalah Senantiasa (Ayat 16), tetaplah Berdoa (Ayat 17), mengucap syukur dalam segala hal (Ayat 18), jangan padamkan Roh (Ayat 19), jangan anggap rendah nubuat-nubuat (Ayat 20), ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik (Ayat 21), jauhkan dirimu dari segala jenis kejahatan (Ayat 22).

Adapun bagian kedua dari nats ini adalah doa Paulus kepada Jemaat, yakni: Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya (Ayat 23a), semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna tak bercacat pada kedatangan Tuhan Yesus (Ayat 23b)

Bagian ketiga berisi peneguhan akan kesetiaan Allah, yakni: Allah adalah setia (Ayat 24a), Allah akan menggenapi rencana-Nya pada setiap umat-Nya (Ayat 24b)

Sesuai dengan tema khotbah yakni "Bersyukurlah dalam segala hal", maka kita diajak untuk selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan kita. Di ayat 18 dikatakan "Mengucap syukur dalam segala hal (Ayat 18). 

Ada sebuah cerita tentang seekor burung gagak yang tidak bisa menerima keadaannya. Gagak ini selalu mengeluh dan menyesali nasibnya yang jelek karena warna bulunya yang hitam. Pada suatu hari ia melihat seekor angsa yang bulunya putih mulus sedang berenang. Berkatalah si gagak, wah bulumu sangat indah, pasti orang senang kepadamu. Si angsa ternyata juga mengeluh, aku juga sedih mengapa buluku putih semua, tidak seperti burung kakatua yang bulunya berwarna putih dan kuning. Pergilah si gagak kepada burung kakatua dan memberi pujian dan keluhan yang sama, namun kakatua mengatakan bahwa ia juga sangat sedih karena bulunya tidak seindah burung merak. Terbanglah burung gagak ke kebun binatang untuk menjumpai burung merak. Di luar dugaan si gagak, burung merak pun mengeluh, katanya :”akibat buluku yang indah, maka aku sangat menderita karena selalu dikurung disini, tidak bisa bahagia sepertimu gagak yang bisa terbang bebas ke mana-mana. Banyak orang yang seperti para burung di atas, yang selalu menyesali dirinya dan iri terhadap orang lain.

Mengenai mengucap syukur, di dalam Efesus 5:20 berbunyi "Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita." Kata senantiasa terkait dengan waktu, bersyukur berarti di setiap waktu, kapanpun kita harus bersyukur. Kata segala sesuatu berarti di setiap kondisi yang kita alami kita harus selalu bersyukur.

Dari nats khotbah 1 Tesalonika 5 : 16 – 24. Didapatkan bahwa:

1. Orang yang selalu bersyukur akan mengalami kebahagiaan (sukacita). Seperti kata bijak berkata "Bahagia itu sederhana, sesederhana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang kamu punya."

2. Orang yang selalu bersyukur selalu menjadi pendoa. Dia selalu berserah dan percaya kepada kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Pada Yeremia 29 : 11 – 12 tertulis "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu."

3. Orang yang selalu bersyukur tidak memadamkan Roh dalam dirinya, dia selalu tunduk pada pimpinan Roh dan berusaha mencari pimpinan Tuhan dalam setiap langkah kehidupannya.

4. Orang yang bersyukur tidak menganggap rendah nubuat-nubuat. Termasuk percaya akan kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia untuk menghakimi seluruh umat manusia. 

5. Orang yang bersyukur selalu menguji sesuatu dan memegang yang baik. Tidak mudah percaya akan sesuatu hal tanpa menguji terlebih dahulu kebenaran dan selalu berpegang kepada kebenaran. 

6. Orang yang bersyukur menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan. Tentulah dia selalu berusaha untuk menjaga dirinya untuk tidak jatuh dalam hal-hal buruk yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. 

C. Penutup

Sumber kebahagiaan manusia adalah hati, semakin hati kita bersyukur, maka semakin berbahagialah kita. Dengan bersyukur akan setiap hal yang Tuhan berikan kepada kita saat ini, akan membuat hati kita tenang dan penuh dengan kedamaian dalam menjalani kehidupan. Sebagai remaja dan pemuda/i, mari bersyukur akan segala hal yang kamu miliki saat ini. Bersyukurlah buat kesehatan, orangtua, keluarga, adik/abang, teman-teman, pendidikan dan hal-hal lain yang telah dianugerahkan-Nya dalam kehidupanmu, lihat dan hitunglah betapa banyak berkat Tuhan yang diberikan Tuhan kepadamu, sehingga tidak ada alasan bagimu untuk tidak selalu bersyukur. Tuhan Yesus Memberkati… (SN)

Kamis, 14 Juli 2022

Hidup dalam iman

"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Kalimat yang tertulis dalam kitab suci, tepatnya di Ibrani 11:1 ini merupakan kalimat yang sangat penting untuk dipahami dan direnungkan, bahkan diaplikasikan melalui sikap hidup yang memiliki iman walaupun belum melihat hal yang diinginkan terjadi.

Iman adalah dasar yang menentukan bagaimana kita menyikapi dan menjalani kehidupan. Dengan iman, seseorang akan tetap berjalan dengan teguh walaupun berbagai gelombang kehidupan terjadi, gelombang yang membuat seolah-olah apa yang kita inginkan sangat sulit untuk terwujud.

Iman adalah keyakinan bahwa pada waktunya apa yang kita dambakan akan nyata, bukan angan-angan semata. Hal ini tentunya akan membuat orang yang beriman selalu semangat dan tetap optimis dalam menjalani kehidupan. Iman akan memberikan energi yang membuat kita tidak akan pernah lelah dan menyerah. 

Iman tidak bisa dilihat secara kasat mata, tetapi bisa dirasakan dan dampaknya sangat luar biasa. Jangan heran, apabila orang yang biasa-biasa saja bahkan dipandang sebelah mata karena kekurangan yang dimilikinya, bisa menghasilkan sesuatu yang spektakuler.

Daud dengan sosoknya yang tidak ada apa-apanya dibanding dengan Goliat, akhirnya bisa memenangkan pertarungan. Badannya yang kecil tidak menghalanginya untuk bisa menumbangkan Goliat, prajurit yang gagah, tegap dengan segala perlengkapan perangnya. Inilah bukti iman, keyakinan Daud bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang mustahil di mata manusia.

Beriman artinya yakin, bahwa apapun tantangan, kesulitan, pergumulan, akan bisa dilalui, dan akan tiba saatnya kemenangan akan diraih, kemenangan yang tentunya disediakan Sang Khalik bagi yang beriman kepada-Nya.

Dengan iman kelak kita akan melihat apa yang sudah kita percayai...

Sabtu, 02 April 2022

Menulis, untuk apa?

 

Menulis bagi sebagian orang adalah hal yang tidak menarik, membosankan, dan sepertinya kegiatan ini adalah aktivitas orang yang kurang kerjaan. "Jangan hanya menulis saja kerjamu" Kalimat ini juga pernah sampai ke telinga saya, sebagai respon bahwa menulis sepertinya adalah hal yang tidak terlalu bermanfaat.

Pertanyaannya, apakah menulis benar-benar tidak bermanfaat? Atau menulis hanya kegiatan yang membuang-buang waktu saja? Saya bisa pastikan hal itu sangat-sangat salah. Justru kenyataanya, menulis memberikan manfaat yang begitu besar dalam meningkatkan berbagai kompetensi bahkan bisa mengubah hidup menjadi lebih kritis, terorganisir, dan semakin terarah. 

Berawal dari masa pandemi Covid-19, yang melanda dunia dan akhirnya sampai ke negara kita. Banyak waktu luang di rumah, berbagai aktivitas ke luar pun dibatasi. Akhirnya saya mencoba untuk bergabung dengan pelatihan kepenulisan yang diadakan secara online melalui WhatsApp Grup. Pelatihan itu diprakarsai oleh PGRI Pusat, dalam hal ini dikomandoi oleh Bapak Wijaya Kusumah yang akrab dipanggil Om Jay.

Awalnya saya tidak pandai dalam merangkai kata, mungkin karena latar belakang pendidikan saya adalah Fisika non kependidikan, jurusan yang banyak bergelut dengan angka-angka dan rumus, sangat jarang bersentuhan dengan pembelajaran berbahasa atau tulis-menulis. Tetapi melalui proses, akhirnya saya lama-kelamaan terbiasa, bahkan sampai sekarang menulis sepertinya sudah menjadi suatu kebutuhan.

Apakah menulis harus langsung sempurna? Tentu tidak, semua perlu proses. Ketika awal belajar menulis, saya hanya bisa menuliskan resume (ringkasan) pertemuan pelatihan dengan beberapa kalimat saja. Memang ketika itu kami "dipaksa" untuk menulis resume setiap mengikuti pelatihan yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Sampai akhirnya, pertemuan ke-20 bisa saya lalui, dan resume selama 20 kali pertemuan bersama pegiat-pegiat literasi Indonesia tersebut, akhirnya menjadi buku solo perdana saya.

"Saya malu karena tulisan saya kan jelek, tidak berkualitas, sangat kaku, tidak ada bagusnya" Beberapa hal ini adalah wajar bagi pemula, tetapi itu harus dibuang, karena itu bisa membuat kita akhirnya mundur, dan berhenti menulis. Semua pasti melalui proses, penulis hebat saat ini pastilah dulu juga mengalaminya, ketika dia mulai belajar menulis. Tetapi akhirnya mereka terus belajar, tidak menghiraukan respon negatif dan cibiran-cibiran yang bisa membuat nyali mereka ciut.

Kembali ke pertanyaan sekaligus judul di atas, menulis untuk apa?  Tentu saja untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas hidup orang yang menggelutinya. Saya yang dulunya banyak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna, akhirnya berkat menulis semakin menyadari bahwa waktu hidup saya terbatas, saya harus menulis dan berbagi ilmu dan kebaikan sebanyak-banyaknya melalui tulisan-tulisan yang ada. Suatu saat kita akan tiada, tetapi tulisan akan tetap abadi, memberikan dampak bagi setiap pembacanya.

Tidak ada lagi waktu berleha-leha, tidak ada lagi waktu yang sia-sia. Semakin sibuk semakin bisa mengatur waktu sedemikian rupa. Itulah dampak yang sangat-sangat saya rasakan saat ini. Ditambah lagi dengan giat menulis, membuat wawasan semakin berkembang, hal ini karena kegiatan menulis memaksa untuk banyak membaca karya dari para penulis lainnya.

Lebih fokus untuk belajar menjadi berkat bagi orang lain. Ya, dengan aktif menulis, saya semakin manyadari bahwa hidup harus bisa berdampak dan memberikan manfaat bagi orang lain. Bukan lagi hanya memilirkan diri sendiri. Belajar terus berbagi dan saling memotivasi, dengan harapan semakin banyak orang yang bisa menghasilkan berbagai karya, yang tentunya itu akan berdampak bagi kemajuan bangsa. 

Terima kasih buat hari ini. Kesempatan yang Tuhan beri kembali untuk berbagi. Bagi calon-calon pembaharu negeri. Semoga sedikit motivasi, bisa menggerakkan setiap pribadi, untuk mau memberi diri. Giat berkarya bagi negeri, menjadi pegiat-pegiat literasi 

Sebagai penutup, saya kembali menyampaikan bahwa giat menulis tidak ada ruginya, yang ada adalah kita rugi kalau tidak mau menulis.  Semangat

Sigambal, 2 April 2022, pukul 23.47 WIB

Sabtu, 19 Maret 2022

Jalani Masa dengan Karya...

"Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?" Kalimat ini memiliki makna yang sangat mendalam. Kalimat dari seorang ulama besar yang telah tiada, tetapi kata-katanya akan terus menggema, menjadi sumber inspirasi bagi setiap orang yang membacanya.

Umur atau usia tidak akan pernah menetap, akan selalu berjalan linier, bertambah, dan terus bertambah. Kita hanya tinggal menunggu waktu, pastilah akan ada masanya kita akan menua dan menjadi tidak berdaya.

Menjalani tahapan jenjang kehidupan adalah fakta yang tidak bisa dilawan. Bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia adalah takdir. Tidak akan selamanya menjadi anak-anak. Kelak akan berkeluarga, punya anak, punya cucu, sampai akhirnya wajah akan dipenuhi oleh kerutan-kerutan.

Ulang tahun adalah pertanda, sebuah alarm, bahwa satu tahun perjalanan telah berlalu. Usia semakin bertambah, berarti usia tua semakin mendekat. Kembali pertanyaan itu muncul, "Apakah makna waktu yang sudah kujalani selama ini?"

Seperti kalimat yang pernah saya baca, "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain." Lantas apakah aku sudah bermanfaat, atau justru hanya memikirkan kehidupanku yang sesaat?

Waktu tidak pernah akan berulang, karena masa lalu hanya akan menjadi kenangan, juga menjadi sebuah pembelajaran. Waktu saat inilah yang akan menentukan, apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 

Saat ini, ya detik ini juga. Bukan besok atau lusa yang menentukan, apakah hidup bermakna bagi banyak orang. Ketika ada karya yang bisa dilakukan sekarang, ayo segera laksanakan, walaupun mungkin hal itu sangat kecil, dan sepertinya dipandang sebelah mata oleh orang-orang. 

Hidup hendaknya berkarya. Berkarya berarti menghasilkan sesuatu, bukan hanya dalam angan-angan. Sesuatu yang tentunya diharapkan, yang berguna bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi berguna untuk memotivasi dan menginspirasi sekeliling.

Saya hanya bisa berkarya sederhana. Sesederhana tulisan ini. Karya saya bukanlah hal yang luar biasa, tetapi berharap akan bertahan untuk selamanya. Dengan cara apa? Salah satunya dengan selalu menulis. Menuliskan hal-hal yang ada di dalam hati, di pikiran, untuk segera dibagikan.

Apa gunanya? Mungkin saat ini tidak berguna apa-apa. Tapi saya yakin, suatu saat tulisan-tulisan itu akan membangkitkan jiwa, menyemangati orang yang sedang putus asa, sehingga orang yang lesu akan kembali bergairah dalam menjalani kehidupan. Memiliki pengharapan dan kekuatan.

Menulis adalah pekerjaan yang terlihat sepele, tetapi lihatlah kata bijak di awal tulisan ini. Kata bijak yang dituliskan puluhan tahun yang lalu, bahkan penulisnya sekarang telah tiada, tetapi kata-katanya tetap hidup dan memberikan semangat,  walau tanpa suara.

Saya akan terus berjuang, terus berusaha dengan segala kekurangan. Mencatatkan hal-hal yang ingin kutuliskan, bukan sekedar menyimpannya di dalam pikiran. Karena saya yakin tulisan bisa mengubah kehidupan seseorang, mengubah arah hidup di dalam keheningan.

Terima kasih Tuhan, buat setiap kesempatan yang Kau limpahkan. Hari ini masih ada kehidupan, masih ada kekuatan untuk menggerakkan tangan, dan menuliskan catatan kecil di hari yang penuh kebahagiaan. Hari bersejarah yang menandakan, usiaku hari ini tepat tiga puluh delapan.

Hanya doa yang kunaikkan, semoga Tuhan berkenan memberikan umur panjang. Kiranya Tuhan selalu kuatkan dalam menggoreskan setiap tulisan, dengan satu harapan, semua karya itu berkenan, untuk mengakui kebesaran dan keagungan-Mu ya Tuhan.

Sigambal, 19 Maret 2022, pukul 23.05 WIB

Postingan Terbaru

Khotbah Ibadah PP/Remaja GKPI Jeriko Sigambal Kamis, 15 September 2022      Bersyukur dalam Segala Hal  (Mandok Mauliate Siala Saluhutna...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini