Jumat, 07 Mei 2021

Corona semakin merajalela...


Hampir satu setengah tahun sudah dunia ini dilanda virus corona. Sepertinya belum ada tanda-tanda untuk segera mereda. Bahkan akhir-akhir ini, di berbagai negara wabah corona semakin merajalela. 

Salah satu negara yang saat ini mengalami Tsunami corona adalah India. Ya, dilaporkan bahwa kasus inveksi covid-19 di negara tersebut mencapai 400.000 kasus dan tingkat kematian hampir 4000 orang perhari. Sungguh sangat menyedihkan mendengarnya. 

Seluruh negara di dunia sudah berjaga-jaga. Mewaspadai adanya perkembangan varian virus baru yang muncul seperti varian Inggris (B.1.1.7), varian India (B.1.6.1.7) dan varian Afrika Selatan (B.1.3.5.1). Ditambah lagi dengan peningkatan penularan yang terjadi di beberapa negara seperti Bhutan dan Nepal.

Soal penyebaran corona memang sudah nyata ada di mana-mana. Hal itu tidak bisa dibantah lagi. Corona memang nyata. Keluarga, tetangga, teman kerja, dan sahabat kita sudah ada yang jadi korbannya. Dengan berbagai cerita yang sudah kita dengar secara langsung, ada yang terinfeksi dan kemudian sembuh, tetapi tidak sedikit juga yang nyawanya tidak bisa diselamatkan. 

Kecuekan, ketidakpercayaan atau mungkin karena kejenuhan menyebabkan masyarakat sepertinya tidak lagi terlalu peduli dengan bahaya corona. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang tidak mengikuti anjuran untuk melakukan protokol kesehatan yang sudah berulang-ulang disampaikan. 

Memulai dari diri sendiri adalah langkah yang bijak. Ketika semua sudah memulai dari diri sendiri untuk menaati aturan protokol kesehatan maka hal itu akan sangat berdampak dalam memutus rantai penyebaran covid-19. Ya, perjuangan tidak akan berhasil hanya oleh satu dua orang, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran. 

Hal yang juga sangat penting bagi kita adalah menjaga iman dan imun. Iman akan menjadikan kita tetap optimis dan percaya bahwa pandemi covid-19 pasti berlalu dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan juga menjaga imun supaya tubuh kita tetap terlindung dan terbebas dari sergapan si corona.

Sampai kapan pandemi ini berakhir? Tidak ada yang bisa memastikannya. Tetapi apakah kita akan membiarkan semuanya terjadi, sehingga akan menelan semakin banyak korban jiwa? Sangat diperlukan kesadaran yang sungguh-sungguh dari kita semua, jangan sampai ada kata menyesal di kemudian hari.

Jangan lengah... Ikuti protokol kesehatan... Tetap jaga iman dan imun...

Rabu, 05 Mei 2021

Jangan dustai Nuranimu...


Jangan dustai Nuranimu

Perjalanan hidup memerlukan suatu pedoman
Ya, pedoman yang menjadi patokan dalam melangkah
Karena itulah dasar untuk menentukan pilihan
Yang sangat mendasar ketika menentukan arah

Hiruk pikuk dan suara bising di sekeliling 
Kadang mengaburkan suara hati yang murni
Suara-suara penuh rayuan yang selalu terngiang
Menimbulkan kebimbangan di dalam hati

Memang perlu pertimbangan matang
Dalam menentukan suatu keputusan
Jangan salahkan nasib yang malang 
Ketika asal dalam menentukan pilihan

Ketenangan dan kekhusyukan hati
Sangat diperlukan untuk mengambil langkah pasti
Karena hati tidak akan pernah mengingkari
Tindakan yang tulus yang penuh arti

Jangan dustai nuranimu
Ikuti kata hatimu
Itulah jalan terbaik untukmu
Yang akan memberikan kebahagiaan bagimu

                                                               Rantauprapat, 5 Mei 2021

Jumat, 30 April 2021

Hentikan membentak anak...

(Sumber gambar: kumparan.com)

Sebagai orang tua, tugas dan tanggung jawab dalam mengasuh dan mendidik anak cukuplah berat. Ada berbagai cara yang dilakukan dalam mengajar dan mendidik anak. Semua itu dilakukan dengan harapan yang sama, yakni merindukan kelak anak akan menjadi orang yang berhasil dan bisa menjadi kebanggaan bagi orang tuanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran orang tua dalam mendidik anak bukanlah tugas yang sederhana. Diperlukan kesabaran dan keikhlasan, walaupun sering kali kita tidak sadar melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan kepada anak. Ya, salah satunya adalah membentak anak. Hal itu mungkin pernah bahkan mungkin sering kita lakukan.

Kita harus sadar bahwa tindakan membentak anak adalah hal yang harus dihindari, khususnya bagi anak yang berusia 7 tahun ke bawah. Mengapa? karena pada masa tersebut adalah tahapan penting proses perkembangan otak pada manusia. Bentakan yang diterima anak akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologis dan perkembangan pada otaknya, bahkan dikatakan bahwa bentakan-bentakan yang diterima bisa merusak sel-sel otak pada anak.

Adapun dampak dari bentakan yang sering diterima akan sangat mempengaruhi sikap dan psikologisnya. Anak akan menjadi orang yang minder dan takut mencoba hal-hal yang baru, menjadi pribadi yang peragu, memiliki sifat pemarah, egois dan penantang, keras kepala dan tidak mau menerima nasehat orang lain, menjadi pribadi yang tertutup, menjadi orang yang apatis, dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Perlu kita ketahui bahwa sel otak akan berkembang sesuai dengan stimulus yang sampai ke otak. Oleh karena itu seharusnyalah kita memberi stimulus yang bisa mendukung perkembangan otak secara maksimal. Bagaimana caranya? Caranya dengan sebisa mungkin mendidik anak dengan melakukan pendekatan emosional dengan penuh kehangatan dan menghindari bentakan kepada anak.

Mendidik anak memang tidak semudah mengatakannya, tetapi kita harus berusaha karena anak adalah aset yang sangat berharga bagi kita. Ketika tindakan anak belum sesuai dengan yang kita harapkan, berusahalah menahan diri dan janganlah membentaknya. Berusahalah mendidik dan mengajarinya dengan penuh kasih sayang dan masuklah ke dalam dunianya dengan penuh keceriaan, karena hal itulah yang akan mendorongnya menjadi pribadi yang berkembang secara sempurna.

Selasa, 30 Maret 2021

HP banyak "setannya"

"Handphone itu banyak setannya" Itulah yang sering terucap akhir-akhir ini di rumah kami, baik oleh si abang, kakak dan dari kami orangtua mereka. Saya tidak ingat persis, kapan kalimat itu pertama kali terdengar dan apa yang melatarbelakanginya, tetapi setidaknya kalimat itu bisa mengingatkan kami untuk menjaga diri agar tidak dikuasai oleh gadget (gawai) yang bisa membawa dampak yang sangat berbahaya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas yang kita lakukan setiap hari tidak terlepas dari si "alat canggih" yang kita sebut juga smartphone (ponsel cerdas) tersebut. Sedikit-sedikit buka gadget, baca dan balas pesan buka gadget, mau belajar dari gadget, membaca berita ada di gadget, menonton juga bisa dari gadget, bermain game di gadget dan bertelepon ria dengan sanak saudara melalui video call juga dari gadget, dan berbagai aplikasi sosmed juga ada di dalam gadget.

Begitu luar biasanya gadget yang notabene adalah benda mati, bisa mengatur dan "menguasai" kita makhluk yang diberi akal dan kepintaran. Mulai dari anak yang masih bayi sampai orang yang sudah lanjut usia tidak ada yang terlepas dari sergapannya. Yang luar biasanya, setiap anggota keluarga saat ini hampir semuanya sudah memiliki masing-masing gadget pribadi dan banyak menghabiska waktu bersamanya.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap kemajuan teknologi selalu menawarkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Satu sisi akan memberikan dampak positif ketika bisa menggunakan alat hasil teknologi sesuai dengan fungsinya untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan, tetapi di sisi lain ada dampak negatif yang siap-saip untuk menerkam ketika kita lengah bahkan "tunduk" kepada alat tersebut.

Kembali lagi kepada kalimat "HP banyak setannya". Setidaknya kalimat itu bisa menjadi pengingat di rumah kami untuk selalu berjaga-jaga dan berusaha untuk bisa mengendalikan diri untuk tidak berlama-lama bersentuhan dengannya. Karena bila lengah maka si "setan" yang ada di gadget akan segera menelan korban dan membuat kita tidak berdaya.

Cerita akan dampak negatif dari gadget sudah sering dan bahkan sangat sering kita dengar. Ada anak-anak yang sakit bahkan sampai koma karena terlalu sering menggunakan HP, ada yang matanya buta karena radiasi cahaya yang ditimbulkan, belum lagi kerusakan mental para remaja yang dikuasai oleh game online bahkan moral anak yang rusak karena terlalu bebas menjelajah berbagai konten yang tidak seharusnya mereka lihat. 

Dampak lainnnya, gadget juga bisa mengakibatkan kerenggangan hubungan antar anggota keluarga karenanya kurangnya waktu saling bercengkerama. Hal ini disebabkan setiap orang sibuk akan gadget masing-masing sehingga mengabaikan orang disekelilingnya. Sehingga muncullah kalimat "yang jauh semakin dekat, tetapi yang dekat semakin jauh".

Memang benarlah "HP banyak setannya", oleh karenanya mari kita jaga diri dan segenap keluarga yang kita cintai. Menggunakan gadget dengan wajar sesuai kebutuhan, dengan membatasai diri dan mengawasi anak-anak supaya tidak terlena akan berbagai kesenangan semu yang ditawarkannya.

Senin, 29 Maret 2021

ILMU FISIKA (MODERN)

(Dokumentasi pada saat penulis melakukan penelitian Tugas Akhir untuk Skripsi)

Ketika melihat buku Fisika Modern ditampilkan di beberapa media, seketika itu juga teringat akan mata kuliah "Fisika Modern" ketika bergelut dengan ilmu Fisika. Semasa kuliah dulu, tepatnya 18 tahun yang lalu. 

Buku bercover warna biru tersebut merupakan salah satu buku yang wajib kami miliki ketika itu, buku yang memuat ilmu fisika yang memperlajari tentang perilaku materi dan energi pada skala atomik dan subatomik, dan partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

Ilmu fisika modern dikembangkan pada awal abad 20 sebagai jawaban atas berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijelaskan dalam ilmu fisika klasik terkait dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada materi yang sangat kecil. Fisika modern diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa energi tidak lagi bersifat kontinu namun bersifat diskrit, yang memuncukan istilah Fisika kuantum dan ditemukannya konsep dualisme partikel-gelombang.

Yang pasti, saat ini ilmu fisika modern telah memberikan berbagai manfaat yang telah diterapkan dalam kehidupan manusia, seperti laser yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan (pemeriksaan lensa mata), sebagai alat pengkode (barcode), alat pemotong baja dan sebagai sumber cahaya pada mikroskop. 

Fisika modern juga melahirkan teori relativitas Einstein yang menjadi dasar teknologi nuklir. Adapun energi nuklir memiliki efisiensi yang sangat baik dibanding sumber energi lainnya, dengan catatan harus dapat dikelola dengan baik. 

Ilmu pengetahuan akan terus berkembang, khususnya ilmu fisika yang merupakan salah satu disiplin ilmu tertua yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan peradaban di dunia ini. Tentunya dengan satu harapan, kemajuan ilmu pengetahuan hendaknya dibarengi dengan tanggung jawab secara moral bahwa ilmu pengetahuan bertujuan untuk semakin mensejahterakan umat manusia, bukan sebaliknya. 

Senin, 22 Maret 2021

Menggapai impian bersamamu...


Aku bersyukur mengenal dirimu, dan bukan hanya sekedar mengenal tetapi Tuhan izinkan engkau menjadi sahabat sekaligus menjadi pendamping hidupku. Sekilas mengingat kembali awal pertemanan sampai kebersamaan kita. Semakin saya sadari semuanya itu adalah rancangan dari Sang Pencipta yang begitu sempurna. 

Dua karakter yang sangat berbeda Tuhan izinkan berjumpa. Saling mengenal dan berteman selama 4 tahun semasa kuliah. Aku menekuni sains (fisika) sedangkan engkau bergelut di bidang sastra (inggris). Aku lebih suka berhitung dengan angka-angka sedangkan engkau menikmati ilmu tentang kata-kata. Dua ilmu berbeda namun saling mengisi dan saling melengkapi. 
 

Sosok pribadi yang riang dan selalu semangat, itulah kesan pertama yang kulihat darimu. Sangat bertolak belakang dengan diriku, yang terkesan pendiam dan sangat kaku. Pertama melihatmu, aku seperti menemukan berbagai kekuranganku ada di dalam dirimu, tetapi ketika itu masih kusimpan semuanya di dalam hatiku. Hehehe...

Setelah 4 tahun bersahabat, kuyakin engkaulah sosok yang akan menemaniku...cie..cie... Kuungkapkan perasaanku dan akhirnya kita sepakat untuk  menjalani masa berpacaran, masa yang indah dan tentunya pengalaman baru bagiku. Karena engkau adalah pacar pertamaku dan sekaligus menjadi yang terakhir bagiku.

Empat tahun juga kita menjalani masa berpacaran sampai akhirnya berkomitmen untuk hidup seia sekata dan sehidup semati  di hadapan Tuhan dalam acara ibadah pernikahan. Ya, momen yang akan selalu dikenang ketika mengucapkan janji untuk selalu setia, sampai engkau harus menangis dengan haru ketika menyatakannya.  


Empat tahun bersahabat, empat tahun berpacaran, dan hanya empat hari selisih usia antara kita, dan tepatlah hari ini adalah peringatan hari kelahiranmu. Suatu kebahagiaan yang tak terkira ketika kita masih diberikan kesehatan pada hari yang spesial ini. Kita sadar bahwa pertambahan usia yang ada hanyalah karena anugerah dan kebaikan-Nya semata. 

Di hari yang istimewa ini, tepatnya di peringatan hari lahirmu, tidak banyak doa dan harapan yang kupanjatkan kepada Tuhan. Sangat bersyukur buat 8 tahun kebersamaan kita dalam menjalani kehidupan berkeluarga, semoga kita senantiasa diberikan kesempatan untuk melangkah hingga menggapai setiap impian yang kita rindukan bersama.

Selamat ULANG TAHUN ISTRIKU... 
TUHAN SENANTIASA MEMBERKATIMU...

Rabu, 17 Maret 2021

Kesempatan yang masih tersisa...


Waktu terus berjalan, masa yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Demikian juga usia manusia tidak akan berhenti, tetapi akan terus melaju seiring dengan berjalannya waktu. Lantas apakah makna bertambahnya usia bagi kita?

Di dalam KBBI usia atau umur, diartikan sebagai lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan). Dalam hal ini usia atau umur dapat dihitung dalam satuan hari, minggu, bulan atau tahun. 

Tua atau muda seseorang adalah relatif, tergantung pembanding yang ditentukan. Misalnya seorang yang berusia 30 tahun akan dikatakan lebih tua bila dibandingkan dengan orang yang baru berusia 20 tahun, tetapi ketika orang yang berusia 30 tahun tersebut dibandingkan dengan orang yang berusia 40 tahun, jelas dia dinyatakan lebih muda. 

Ada orang yang merasa masih muda walaupun orang lain menggangapnya sudah tua, sebaliknya ada yang merasa sudah tua walaupun orang lain menilainya masih muda. Sehingga masalah usia tua atau muda adalah suatu hal yang relatif. 

Tetapi yang sesungguhnya perlu dicermati bukan soal tua muda atau panjang pendeknya usia, tetapi apa yang dialami, dijalani bahkan dilakukannya selama jangka waktu yang sudah dilaluinya. Bagaimana seseorang hidup itulah yang terutama, karena kualitas hidup tidak ditentukan oleh panjang pendek usia. 

Diibaratkan seperti sebuah buku. Ada buku yang tebal tetapi kurang "berisi", tetapi ada buku yang tidak terlalu tebal tetapi isinya bagus, karena penuh dengan pengetahuan bahkan inspirasi yang menggerakkan pembacanya untuk melakukan hal-hal yang positif. Dan lebih baik lagi apabila buku itu tebal dan juga memiliki isi yang bagus. Dalam hal ini, ditekankan bahwa isi dari buku lebih penting dari sekedar tebal tipisnya buku.

Lantas apakah makna pertambahan usia bagi kita? Apakah sekedar seremonial dalam merayakan pertambahan usia? Tetapi lebih dalam lagi hendaknya kita bertanya "Apakah hidupku selama ini sudah seperti sebuah buku yang berkualitas?". Buku yang secara terbuka bisa dibaca siapa saja, dan memberikan manfaat bahkan inspirasi untuk setiap pembacanya?

Kembali lagi bukan soal tebal tipisnya buku, bukan soal tua mudanya usia seseorang. Walaupun kita semua pasti berharap bisa menjadi seperti buku yang tebal atau memiliki umur yang panjang, tetapi keputusan itu adalah otoritas Sang Pencipta, karena hanya Dia yang berkuasa menentukan seberapa tebal buku dan panjang cerita yang kita catatkan di dunia ini. 

Terlepas dari seberapa usia yang diberikan-Nya kepada kita, hendaknyalah cerita hidup kita adalah cerita yang menarik, bermanfaat, menginspirasi bahkan menjadi sumber rujukan bagi setiap orang yang membacanya. 

Tetaplah semangat dalam menjalani dan mengisi cerita kehidupan, karena kita tidak tahu berapa lama lagi kesempatan itu masih tersisa untuk kita...

Corona semakin merajalela...

Hampir satu setengah tahun sudah dunia ini dilanda virus corona. Sepertinya belum ada tanda-tanda untuk segera mereda. Bahkan akhir-akhir in...