Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juli 2021

Berbuat terlebih dahulu...

 


Manusia hidup sebagai makhluk yang egosentris (berpusat pada diri sendiri) sekaligus sebagai makhluk sosial (memiliki ketergantungan kepada orang lain). Kehidupan akan berjalan dengan baik apabila kedua aspek tersebut dapat diperankan secara seimbang. 

Tidak terjebak pada sikap egoisme yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak mempedulikan orang lain. Segala sesuatu hanya untuk kepentingan diri sendiri. Bahkan cenderung memanfaatkan segala sesuatu hanya untuk keuntungan diri sendiri.

Hendaknya tidak menjadi orang yang hanya ingin dihargai, ingin didengar, ingin dipuji, ingin dihormati bahkan ingin semuanya hanya ditujukan kepada dirinya. Tetapi sebaiknya belajar untuk menghargai orang lain terlebih dahulu, mendengar perkataan orang lain, memuji orang lain, menghormati orang lain. Karena itulah memang yang seharusnya dilakukan.

Seperti ada tertulis di kitab Injil Matius 7 : 12a menyatakan "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Memulai dari diri sendiri, tidak berharap orang lain yang lebih dahulu bertindak. Mari berinisiatif, mari segera memulai. Ketika kita sudah melakukannya, maka kita akan memperoleh hal yang serupa dengan apa yang kita telah lakukan kepada orang lain. 

Walaupun memang tidak selalu kita langsung mendapatkan 'upah' perbuatan kita dari orang yang kepadanya kita melakukan kebaikan tersebut, bisa saja dari orang lain yang tidak kita sangka-sangka.

Dan bahkan ketika perbuatan kita tidak mendapatkan balasan, janganlah itu menghambat dan membuat kita menjadi malas untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Karena semua perbuatan baik kita itu pasti akan diperhitungkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mari mulai dari diri sendiri, jangan hanya berfokus pada diri sendiri... 

Senin, 14 Juni 2021

Kunci dalam menulis: NKK


Menulis adalah proses menuangkan apa yang ada di dalam pikiran melalui tulisan. Sebenarnya prosesnya hampir sama ketika kita berbicara, tetapi cara mengomunikasikannya yang berbeda. Kalau berbicara pesan langsung disampaikan melalui lisan (mulut), sedangkan ketika menulis pesan disampaikan melalui tulisan.

Supaya bisa menulis, sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Sering sesorang yang mau menulis langsung takut dengan  kualitas tulisan yang dihasilkannya, takut dikatakan jelek, tidak sesuai ejaan, kata-katanya tidak baku, tidak menarik, dan berbagai alasan lainnya. Hal-hal tersebut langsung menutup jalan, dan akhirnya tidak jadi menulis.

Oleh karenanya hal yang pertama dilakukan adalah segera menepis segala ketakutan dan pikiran-pikiran negatif yang menghantui, karena selama itu masih menguasai maka mustahil seseorang akan bisa menghasilkan tulisan. Karena menulis bukanlah hal yang luar biasa sehingga semua orang pasti bisa melakukannya. 

Sejak menjalani pendidikan dasar sebenarnya kita sudah terbiasa dengan menulis, apalagi di jenjang pendidikan yang lebih. Pastilah kita sudah sering menulis, baik itu membuat laporan, makalah sampai pada tugas akhir (skripsi). Tinggal bagaimana melatih supaya kata-kata hingga kalimat yang dihasilkan semakin hari semakin tertata dan enak dibaca, dan tentunya sesuai dengan aturan yang ada.

NKK merupakan kunci supaya menulis bukan lagi hal yang menakutkan dan menyulitkan, tetapi akhirnya akan menjadi hal yang menyenangkan bagi kita. Apa itu NKK? Ayo simak ulasan berikut ini...  

1. NIAT.  
Segala sesuatu yang akan dimulai harus dimulai dari niat. Dengan adanya niat akan mendorong untuk benar-benar mau belajar. Niat merupakan dasar (pondasi) yang sangat mempengaruhi seseorang yang ingin terlibat dalam dunia tulis-menulis. 

Niat tentunya sangat dipengaruhi oleh motivasi. Sebelum memulai menulis tentunya kita harus tahu bahwa menulis memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kehidupan seorang penulis. 

Proses berpikir akan semakin tertata dengan baik karena terbiasa mengkonsep outline sebuah tulisan. Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi kelangsungan kinerja otak. Otak akan selalu aktif sehingga kepikunan dini bisa dicegah.

Dengan menulis semakin meningkatkan percaya diri dan pikiran semakin kritis, karena sudah terbiasa membagikan ide, opini, gagasan ataupun kritik melalui tulisannya. 

Selain itu tentunya seorang penulis akan semakin memiliki banyak teman dan semakin dikenal oleh publik. Ditambah lagi kesempatan untuk menjadi narasumber atau trainer bagi yang sudah dianggap memiliki ilmu yang mumpuni. 

Tentu juga bisa memberikan keuntungan secara finansial ketika karyanya sudah beredar luas di masyarakat. Sangat banyak keuntungan ketika seseorang terbiasa menulis, bahkan ada teman yang saya tahu bisa mencukupi kebutuhan dan biaya pendidikannya dari profesinya sebagai penulis. 

Jadi beberapa hal diatas seharusnya bisa mendorong kita untuk benar-benar berniat dan mau belajar untuk menulis.

2. KOMITMEN. 
Pengertian komitmen menurut KBBI adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini ada tindakan nyata yang dilakukan setelah memiliki niat. Niat yang kuat tanpa ada komitmen untuk belajar menulis tidak akan menghasilkan apa-apa.

Komitmen dinyatakan dengan keingingan yang betul-betul untuk mau belajar dan tentunya berusaha dengan selalu berlatih. Komitmen yang kuat di dalam hati akan selalu mendorong untuk selalu menulis dan menulis.

Cara yang paling sederhana adalah dengan menuliskan apa yang kita pikirkan, yang kita rasakan, atau pun yang kita alami. Mulailah dengan menulis pengalaman atau hal yang disenangi, karena hal yang kita senangi akan mudah diceritakan melalui tulisan.

Hal yang wajib dilakukan seorang penulis adalah banyak membaca. Membaca tulisan orang lain, baik itu buku, majalah, koran, blog, atau dari media lain. Dengan banyak membaca pasti akan memperbanyak perbendaharaan kata-kata.

Tentulah banyak ilmu terkait teknik dan cara menyampaikan tulisan yang didapat dari tulisan-tulisan yang dibaca, sehingga akan menjadi modal yang berharga untuk semakin meningkatkan kualitas tulisan kita.

Ketika ada tantangan dalam menulis, baik itu dari dalam maupun dari luar diri penulis maka komitmen yang kuat akan menghalaunya. Ide yang mandek, kemalasan atau penilaian negatif akan tulisan yang dihasilkan akan ciut ketika komitmen kembali bergelora. 

Apapun yang terjadi pokoknya harus menulis, itulan mental yang dimiliki seseorang yang sudah berkomitmen untuk menulis.

3. KONSISTEN
Niat sudah ada, komitmen juga sudah, tinggal dipupuk dengan konsisten untuk menulis. Konsisten artinya dilakukan secara teratur dan terus-menerus. Sebaiknya menulis dilakukan setiap hari karena hal itu merupakan langkah jitu untuk menjadi penulis yang baik.

Pakar menulis, Bapak Wijaya Kusumah mengatakan "Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi". Setiap hari menulis apa saja yang mau kita tulis, pokoknya setiap hari. Mulai dari satu paragraf, dua paragraf, dan meningkat terus dan dilakukan secara kontiniu.

Ketika kegiatan menulis setiap hari sudah dilakukan, maka tinggal menunggu waktu saja. Keajaiban akan terjadi, karya-karya akan mengalir sebagai konsekuensi dari ketekunannya dalam menulis. Yang dulunya susah merangkai kata-kata akhirnya bisa menguraikan kalimat yang dinikmati setiap pembacanya.

Ingat, harus konsisten. Jangan gunakan waktu luang untuk menulis tetapi luangkan waktu untuk menulis. Kapan waktu yang tepat untuk menulis? Tergantung dimana menurut kita waktu yang tepat, tenang, dan nyaman sehingga bisa dengan leluasa untuk merangkai ide yang ada.

Meluangkan waktu setengah sampai satu jam setiap hari dalam menulis akan sangat bermanfaat dalam melatih kemampuan menulis kita, dibandingkan menulis berjam-jam tapi dilakukan sekali seminggu atau setiap bulan.

Mari segera menulis, karena menulis adalah pekerjaan mencatatkan sejarah. Menulis tidak membutuhkan orang yang ahli, tetapi orang yang mau. Siapa pun bisa menulis, asalkan kita mau berlatih dan terus berlatih. 

Selamat menulis... Mari terapkan NKK...

Rabu, 09 Juni 2021

Komitmen Kunci Kesuksesan

Sumber gambar: KajianPustaka.com

Komitmen artinya perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Sebuah komitmen diambil dalam keadaan sadar dan bertujuan untuk mencapai suatu kebaikan. 

Salah satunya adalah komitmen untuk melakukan sesuatu hal. Sehingga si pembuat komitmen berjanji pada dirinya sendiri untuk melakukan aktivitas tersebut dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja, komitmen untuk menulis setia hari, komitmen untuk menjaga kesehatan dengan tidak merokok, komitmen untuk tidur dan bangun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan banyak contoh lainnya. 

Yang pasti setiap komitmen memiliki tujuan yang sangat baik, yakni melatih diri untuk disipilin. Dengan ketaatan terhadap komitmen yang dibuat, pastilah kehidupannya akan lebih baik dan berhasil. 

Berkomitmen perlu kesadaran dan perlu dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana, tetapi berusalah untuk menepatinya. Jangan terlalu muluk-muluk atau langsung berkomitmen melakukan hal-hal yang besar, kalau memang sulit untuk dilakukan, mulailah dari hal yang kecil.

Misalnya, mulai dengan komitmen harus istirahat malam paling tidak pukul 23.00 WIB dan bangun pukul 05.00 WIB setiap hari. Latihlah dan berusahalah sampai akhirnya itu terbiasa. Bisa juga berkomitmen untuk menulis setiap hari. Menulis bukan berarti langsung dalam jumlah tulisan yang banyak, tetapi memulai dari menulis 1 paragraf, 2 paragraf dan terus meningkat. Tetapi berusahalah untuk tetap konsisten akan janji atau komitmen tersebut.

Di dalam pekerjaan, kita juga perlu melatih dan berkomitmen untuk selalu tepat waktu alias tidak terlambat. Komitmen untuk menepati setiap janji kepada orang lain. Komitmen dalam menjaga rahasia apabila ada hal yang dipercayakan seseorang kepada kita dan kita berjanji tidak menceritakannya kapada orang lain. 

Bahkan di dalam berusaha, diperlukan komitmen untuk displin dalam membuka dan menutup toko dengan waktu yang sudah direncanakan, bukan suka-suka kapan saja. Juga sebagai guru komit untuk melatih dan terus memperlengkapi diri menjadi guru yang berkualitas, dan banyak lagi hal-hal yang perlu kita catat dan lakukan sebagai komitmen yang akan kita lakukan.

Semua komitmen-komitmen yang sudah dibuat akan menjadi sebuah kebiasaan, dan membuat kita menjadi orang yang berdisiplin dan tentunya itu merupakan kunci menuju kesuksesan. 

Rabu, 19 Mei 2021

Tidak mau cepat pikun? Mari menulis


Pikun merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan penurunan daya ingat atau memori pada otak. Orang yang mengalami kepikunan membutuhkan waktu yang lama untuk mengingat atau bahkan sering lupa dengan apa sudah dialami atau dilakukan sebelumnya.

Pada orang pikun terjadi penurunan fungsi otak. Kemampuan berpikir berkurang, kesulitan memahami sesuatu hingga menurunnya kecerdasan mental. Adapun ciri orang yang mulai diserang penyakit pikun adalah sering salah meletakkan suatu lalu tidak ingat lagi dimana benda tersebut berada. Ciri lainnya adalah sulit berkonsentrasi dan sering mengulang pertanyaan atau cerita yang sama dalam rentang waktu yang berdekatan.

Kepikunan biasanya dialami oleh orang yang sudah lansia, tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang masih muda pun bisa mengalaminya. Karena pikun tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi bagaimana kita mampu mengelola dan menjaga supaya otak dapat tetap berfungsi dengan baik.

Bagaimana supaya kita tidak cepat pikun? Salah satunya dengan membiasakan menulis. Menulis adalah suatu aktivitas yang selalu melibatkan otak untuk aktif bekerja. Otak mirip seperti otot, semakin sering dilatih semakin lama untuk bisa bertahan dan berfungsi dengan baik.

Kegiatan menulis akan selalu mengaktifkan otak untuk senantiasa berpikir dan berimajinasi. Ketika hendak menuliskan pengalaman atau kisah yang pernah kita jalani pastilah akan melatih otak untuk mengingatnya kembali. Ketika hendak menulis cerita fiksi maka akan melatih otak untuk senantiasa berimajinasi. 

Pada saat hendak menulis artikel atau tulisan ilmiah lainnya maka akan melatih otak untuk berpikir mengenai kerangka tulisan dan sumber-sumber tulisan yang akan diramu menjadi sebuah tulisan yang baik dan menarik. Dengan  demikian fungsi otak akan tetap terjaga dan tidak akan melemah, sehingga kepikunan dini bisa dicegah.

Selain itu, kegiatan menulis juga akan memberikan kebahagiaan, rasa senang dan kepuasan kepada penulisnya karena telah berbagi pengetahuan, ide, pengalaman dan cerita melalui tulisan yang dihasilkannya. Hal tersebut tentunya sangat bermanfaat dan membawa efek positif pada otak. Yang pasti semuanya itu akan mendukung kinerja otak untuk berfungsi dengan maksimal. 

Bisa dipastikan tidak ada satu orang pun dari kita yang ingin segera mengalami kepikunan, setidaknya kita bisa menunda kepikunan dengan aktivitas menulis.
Mari menulis...

Postingan Terbaru

Janji kepada Ilahi

Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini