Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2021

Hentikan membentak anak...

(Sumber gambar: kumparan.com)

Sebagai orang tua, tugas dan tanggung jawab dalam mengasuh dan mendidik anak cukuplah berat. Ada berbagai cara yang dilakukan dalam mengajar dan mendidik anak. Semua itu dilakukan dengan harapan yang sama, yakni merindukan kelak anak akan menjadi orang yang berhasil dan bisa menjadi kebanggaan bagi orang tuanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran orang tua dalam mendidik anak bukanlah tugas yang sederhana. Diperlukan kesabaran dan keikhlasan, walaupun sering kali kita tidak sadar melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan kepada anak. Ya, salah satunya adalah membentak anak. Hal itu mungkin pernah bahkan mungkin sering kita lakukan.

Kita harus sadar bahwa tindakan membentak anak adalah hal yang harus dihindari, khususnya bagi anak yang berusia 7 tahun ke bawah. Mengapa? karena pada masa tersebut adalah tahapan penting proses perkembangan otak pada manusia. Bentakan yang diterima anak akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologis dan perkembangan pada otaknya, bahkan dikatakan bahwa bentakan-bentakan yang diterima bisa merusak sel-sel otak pada anak.

Adapun dampak dari bentakan yang sering diterima akan sangat mempengaruhi sikap dan psikologisnya. Anak akan menjadi orang yang minder dan takut mencoba hal-hal yang baru, menjadi pribadi yang peragu, memiliki sifat pemarah, egois dan penantang, keras kepala dan tidak mau menerima nasehat orang lain, menjadi pribadi yang tertutup, menjadi orang yang apatis, dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Perlu kita ketahui bahwa sel otak akan berkembang sesuai dengan stimulus yang sampai ke otak. Oleh karena itu seharusnyalah kita memberi stimulus yang bisa mendukung perkembangan otak secara maksimal. Bagaimana caranya? Caranya dengan sebisa mungkin mendidik anak dengan melakukan pendekatan emosional dengan penuh kehangatan dan menghindari bentakan kepada anak.

Mendidik anak memang tidak semudah mengatakannya, tetapi kita harus berusaha karena anak adalah aset yang sangat berharga bagi kita. Ketika tindakan anak belum sesuai dengan yang kita harapkan, berusahalah menahan diri dan janganlah membentaknya. Berusahalah mendidik dan mengajarinya dengan penuh kasih sayang dan masuklah ke dalam dunianya dengan penuh keceriaan, karena hal itulah yang akan mendorongnya menjadi pribadi yang berkembang secara sempurna.

Selasa, 30 Maret 2021

HP banyak "setannya"

"Handphone itu banyak setannya" Itulah yang sering terucap akhir-akhir ini di rumah kami, baik oleh si abang, kakak dan dari kami orangtua mereka. Saya tidak ingat persis, kapan kalimat itu pertama kali terdengar dan apa yang melatarbelakanginya, tetapi setidaknya kalimat itu bisa mengingatkan kami untuk menjaga diri agar tidak dikuasai oleh gadget (gawai) yang bisa membawa dampak yang sangat berbahaya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas yang kita lakukan setiap hari tidak terlepas dari si "alat canggih" yang kita sebut juga smartphone (ponsel cerdas) tersebut. Sedikit-sedikit buka gadget, baca dan balas pesan buka gadget, mau belajar dari gadget, membaca berita ada di gadget, menonton juga bisa dari gadget, bermain game di gadget dan bertelepon ria dengan sanak saudara melalui video call juga dari gadget, dan berbagai aplikasi sosmed juga ada di dalam gadget.

Begitu luar biasanya gadget yang notabene adalah benda mati, bisa mengatur dan "menguasai" kita makhluk yang diberi akal dan kepintaran. Mulai dari anak yang masih bayi sampai orang yang sudah lanjut usia tidak ada yang terlepas dari sergapannya. Yang luar biasanya, setiap anggota keluarga saat ini hampir semuanya sudah memiliki masing-masing gadget pribadi dan banyak menghabiska waktu bersamanya.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap kemajuan teknologi selalu menawarkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Satu sisi akan memberikan dampak positif ketika bisa menggunakan alat hasil teknologi sesuai dengan fungsinya untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan, tetapi di sisi lain ada dampak negatif yang siap-saip untuk menerkam ketika kita lengah bahkan "tunduk" kepada alat tersebut.

Kembali lagi kepada kalimat "HP banyak setannya". Setidaknya kalimat itu bisa menjadi pengingat di rumah kami untuk selalu berjaga-jaga dan berusaha untuk bisa mengendalikan diri untuk tidak berlama-lama bersentuhan dengannya. Karena bila lengah maka si "setan" yang ada di gadget akan segera menelan korban dan membuat kita tidak berdaya.

Cerita akan dampak negatif dari gadget sudah sering dan bahkan sangat sering kita dengar. Ada anak-anak yang sakit bahkan sampai koma karena terlalu sering menggunakan HP, ada yang matanya buta karena radiasi cahaya yang ditimbulkan, belum lagi kerusakan mental para remaja yang dikuasai oleh game online bahkan moral anak yang rusak karena terlalu bebas menjelajah berbagai konten yang tidak seharusnya mereka lihat. 

Dampak lainnnya, gadget juga bisa mengakibatkan kerenggangan hubungan antar anggota keluarga karenanya kurangnya waktu saling bercengkerama. Hal ini disebabkan setiap orang sibuk akan gadget masing-masing sehingga mengabaikan orang disekelilingnya. Sehingga muncullah kalimat "yang jauh semakin dekat, tetapi yang dekat semakin jauh".

Memang benarlah "HP banyak setannya", oleh karenanya mari kita jaga diri dan segenap keluarga yang kita cintai. Menggunakan gadget dengan wajar sesuai kebutuhan, dengan membatasai diri dan mengawasi anak-anak supaya tidak terlena akan berbagai kesenangan semu yang ditawarkannya.

Senin, 22 Maret 2021

Menggapai impian bersamamu...


Aku bersyukur mengenal dirimu, dan bukan hanya sekedar mengenal tetapi Tuhan izinkan engkau menjadi sahabat sekaligus menjadi pendamping hidupku. Sekilas mengingat kembali awal pertemanan sampai kebersamaan kita. Semakin saya sadari semuanya itu adalah rancangan dari Sang Pencipta yang begitu sempurna. 

Dua karakter yang sangat berbeda Tuhan izinkan berjumpa. Saling mengenal dan berteman selama 4 tahun semasa kuliah. Aku menekuni sains (fisika) sedangkan engkau bergelut di bidang sastra (inggris). Aku lebih suka berhitung dengan angka-angka sedangkan engkau menikmati ilmu tentang kata-kata. Dua ilmu berbeda namun saling mengisi dan saling melengkapi. 
 

Sosok pribadi yang riang dan selalu semangat, itulah kesan pertama yang kulihat darimu. Sangat bertolak belakang dengan diriku, yang terkesan pendiam dan sangat kaku. Pertama melihatmu, aku seperti menemukan berbagai kekuranganku ada di dalam dirimu, tetapi ketika itu masih kusimpan semuanya di dalam hatiku. Hehehe...

Setelah 4 tahun bersahabat, kuyakin engkaulah sosok yang akan menemaniku...cie..cie... Kuungkapkan perasaanku dan akhirnya kita sepakat untuk  menjalani masa berpacaran, masa yang indah dan tentunya pengalaman baru bagiku. Karena engkau adalah pacar pertamaku dan sekaligus menjadi yang terakhir bagiku.

Empat tahun juga kita menjalani masa berpacaran sampai akhirnya berkomitmen untuk hidup seia sekata dan sehidup semati  di hadapan Tuhan dalam acara ibadah pernikahan. Ya, momen yang akan selalu dikenang ketika mengucapkan janji untuk selalu setia, sampai engkau harus menangis dengan haru ketika menyatakannya.  


Empat tahun bersahabat, empat tahun berpacaran, dan hanya empat hari selisih usia antara kita, dan tepatlah hari ini adalah peringatan hari kelahiranmu. Suatu kebahagiaan yang tak terkira ketika kita masih diberikan kesehatan pada hari yang spesial ini. Kita sadar bahwa pertambahan usia yang ada hanyalah karena anugerah dan kebaikan-Nya semata. 

Di hari yang istimewa ini, tepatnya di peringatan hari lahirmu, tidak banyak doa dan harapan yang kupanjatkan kepada Tuhan. Sangat bersyukur buat 8 tahun kebersamaan kita dalam menjalani kehidupan berkeluarga, semoga kita senantiasa diberikan kesempatan untuk melangkah hingga menggapai setiap impian yang kita rindukan bersama.

Selamat ULANG TAHUN ISTRIKU... 
TUHAN SENANTIASA MEMBERKATIMU...

Jumat, 19 Februari 2021

Peran orangtua bagi kehidupan anak-anaknya

Orangtua, baik itu ayah atau ibu merupakan figur yang sangat mempengaruhi bahkan menentukan bagaimana kelak kehidupan dari anak-anaknya. Bagaimanapun juga orang tua harus menyadari hal itu. Bukan hanya menyadari tetapi berusaha dengan terus belajar untuk memaksimalkan perannya dalam membimbing anak-anaknya apalagi dengan tantangan perkembangan zaman yang terjadi saat ini.

Setidaknya hal yang pertama dibangun adalah kesadaran bahwa orangtua merupakan sosok yang utama yang bisa mempengaruhi dan mengarahkan anak-anaknya dalam menggapai kehidupan yang diimpikan, dalam hal ini pastilah tidak ada orangtua yang ingin anaknya mengalami kegagalan atau pun kehidupan yang tidak baik pada masa yang akan datang. 

Walaupun kita sadari hal itu tudak mudah, apalagi dengan berbagai kemajuan zaman saat ini. Kadang orangtua bingung dengan tingkah dan perilaku anak-anak yang sudah sangat dipengaruhi oleh dunia yang canggih saat ini. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dunia mereka sudah berbeda dengan dunia orangtuanya, orangtua sudah tertinggal jauh dalam hal pemahaman dan penguasaan akan berbagai alat modern sekarang ini, khususnya handphone yang sering disebut sekarang dengan smartphone (telepon pintar) dengan berbagai aplikasi yanga ada di dalamnya.

Lantas apakah kita sebagai orang tua menyerah dan tidak mau berusaha untuk "menyelamatkan" anak-anak kita dari sergapan kemajuan zaman saat ini? Tentunya tidak. Sebagai orangtua kita sangat menyayangi dan merindukan kehidupan yang lebih baik yang akan dirasakan oleh anak-anak kita. Sehingga diperlukan suatu kesungguhan hati, dan bukan hanya kesungguhan hati tetapi berusaha dengan berbagai cara supaya anak-anak bisa selamat dan mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

Bagaimana caranya? Memang kita tidak akan mampu mengikuti dan memahami semua perkembangan zaman saat ini seperti yang dilakukan anak-anak kita. Tetapi ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya. Apa itu? Komunikasi, ya komunikasilah satu-satunya cara yang ampuh dan menjadi senjata yang bisa digunakan untuk melindungi mereka dari cengkeraman dunia saat ini. Bukan sekedar komunikasi yang biasa-biasa saja, tetapi komunikasi yang intim. Intim berarti erat, dekat, terbuka dan tentu saja ada kenyamanan. 

Dengan menjalin komunikasi yang intim antara orangtua dengan anak, maka bisa menutup celah kejatuhan anak kapada hal-hal yang tidak kita inginkan. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, anak akan nyaman dan menjadikan orangtuanya sebagai tempat utama dalam mengutarakan isi hati dan segala kegelisahannya. Tidak ada lagi hal yang ditutup-tutupinya ketika sosok orangtua sudah menjadi seorang sahabat terbaik baginya.

Komunikasi yang baik adalah komunikasi dua arah, tentunya diharapakan ada waktu kita mendengar dengan baik semua curhat anak, dan ada waktunya kita juga menyampaikan curhat dan nasihat kita kepadanya. Orangtua curhat kepada anak? Ya, sangat perlu. Dengan memposisikan anak juga sebagai sahabat, maka orang tua tidak harus selalu memposisikan diri di atas anak, merasa lebih segalanya sehingga hanya bisa memberikan nasihat dan perintah-perintah yang kadang itu membosankan bagi anak zaman now. Diperlukan suatu cara bercerita sebagaimana seorang teman curhat, sehingga anak memiliki tempat berdiskusi dan saling berbagi. Hal itu akan menimbulkan kedekatan emosional antara anak dengan orangtuanya.

Banyak hal memang yang harus diperhatikan orangtua bagi anak-anaknya. Supaya komunikasi senantiasa dapat terjalin dengan baik, hendaknya jangan ada kata-kata yang bisa menyakiti anak. Perkataan negatif, seperti: bodoh, tidak tahu apa-apa, atau perkataan kasar lainnya yang tidak layak untuk dikatakan. Karena ketika itu keluar dari mulut, hati anak bisa saja terluka dan tidak lagi respect kepada kita walaupun dia tidak menyampaikannya secara langsung. Bisa saja itu menjadi akar pahit di dalam dirinya yang akan selalu diingatnya.

Biasakanlah berkata hal-hal yang positif kepada anak, memuji dan memotivasi sehingga akan menimbulkan kenyamanan baginya, dan tentunya akan menumbuhkan kreativitas dalam dirinya berkat pujian dan motivasi yang ada. 

Pertanyaan yang muncul, apakah kita bisa memarahi anak? Tentu saja bisa, tetapi bukan dengan marah yang emosinal yang tidak terkontrol, setelah marah cobalah sampaikan alasan mengapa kita memarahinya dengan melakukan pendekatan pribadi. Di dalam menegur anak diperlukan juga cara khusus dengan berusaha mengajak bercerita dari hati ke hati, tanyakan mengapa dia berbuat demikian dan sampaikan hal-hal yang perlu diperbaiki dan dikoreksi darinya dikemudian hari.

Bagaimana kalau emosi kita sudah sempat tidak tertahankan ketika memarahinya? Tentu saja itu bisa terjadi. Ketika terjadi berusaha untuk kembali mengelola emosi, dan sebisa mungkin mencari waktu yang tepat ketika kita dan anak dalam kondisi tenang untuk berkomunikasi dengannya. Sampaikan alasan kemarahan dan meminta maaf kepadanya, dan meminta dia juga untuk menyadari dan menyesali kesalahan yang dia lakukan. Intinya  memang jangan sampai amarah kita terekam dan tersimpan di dalam hati anak dalam jangka waktu yang lama. Harus ada "perdamaian" yang dilakukan secepat mungkin.

Hal yang terakhir dan mungkin berat bagi orangtua adalah menjadi figur yang dibanggakan dan didambakan oleh anak-anak. Orangtua yang menjadi sosok yang bisa diteladani dalam berbagai aspek, di percayai dan disenangi. Sehingga apa yang kita sampaikan bisa diterimanya karena memang kita sudah menjadi sosok yang dia segani dan hormati.

Sulit memang melakukan hal-hal di atas, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari tidak semudah mengatakannya, tetapi sebagai orangtua kita harus tetap berusaha. Dengan terus belajar menjadi orang tua yang didamba, karena bagaimanapun masa depan anak-anak kita sangat dipengaruhi bagaimana kita memperlakukan mereka...

Selasa, 01 Desember 2020

Ultah Bang NOEL Ke-8


Tanggal 1 Desember 2020 adalah hari yang sangat istimewa buat anak sulung kami, Noel Wanrido Naibaho tepat berusia 8 Tahun. Bila tahun lalu dirayakan bersama teman-temannya Anak Sekolah Minggu (ASM) GKPI Jeriko Sigambal karena bertepatan hari ulang tahunnya tepat pada hari Minggu, dan dirayakan setelah ibadah di Gereja bersama teman-temannya. Tetapi ulang tahun kali ini berbeda sesuai dengan permintaan abang Noel. Ya, memang dia meminta dirayakan bersama keluarga saja, tetapi kadonya harus ada dari masing-masing anggota keluarga kepadanya, hehehe... Itulah memang keinginan hatinya yang disampaikannya kepada kami.

Satu hari sebelum hari ulang tahunnya tiba, dia sudah sibuk meminta supaya dibelikan kado. Makanya Senin siang, mama, aunty, ade el dan abang Noel sudah sibuk berburu kado dan tentunya harus sesuai dengan keinginan yang ulang tahun. Dari papa dia minta celana, dari mama baju, aunty sepatu dan dari ade kotak pensil. Lengkaplah sudah kado dari kami semua untuk anakku tersayang.

Perayaan ulang tahunnya pun kami rayakan pada malam tanggal 1 Des 2020 dengan sangat sederhana. Dengan sebuah kue ulang tahun yang di atasnya terletak lilin berangka 8, dimulai dengan bernyanyi lagu ulang tahun kemudian abang berdoa dan meniup lilin. Kami kembali bernyanyi sambil abang memotong kue dan kami pun bergantian menyulangi bang Noel dengan kue ulang tahun. Dan akhirnya semua rangkaian acara ditutup dengan doa yang saya pimpin sendiri.




Momen yang paling ditunggu si abang dan ade pun akhirnya tiba. Kami berangkat ke Suzuya untuk menepati janji kepada mereka untuk menikmati wahana permainan di Time Zone yang ada di lantai tiga. Mereka sangat senang, paling tidak hari ini berkesan bagi mereka dengan menikmati perayaan ulang tahun bang Noel, dengan satu harapan mereka semakin merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Selamat ulang Tahun Abang Noel, jadilah seperti doa yang kamu naikkan kepada Tuhan, "menjadi abang yang baik, abang teladan bagi adek". Papa dan mama akan selalu berjuang dan mendukungmu sembari terus berdoa kepada Tuhan, semoga kelak kamu menjadi anak yang membanggakan keluarga, terlebih lagi membanggakan Tuhan Sang Pemilik Kehidupan. Amin

Sabtu, 21 November 2020

Keluarga, Harta Yang Paling Berharga

Keluarga merupakan kelompok terkecil yang ada di dalam masyarakat. Terdiri dari orang tua dan anak-anak yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk bersatu di dalam sebuah kelompok kecil, yang setiap harinya hidup bersama-sama dalam menghadapi kenyataan yang ada, baik di saat suka maupun duka.

Sungguh sangat miris apabila ada berita yang  mengabarkan sebuah keluarga yang berantakan (broken home), sangat disayangkan itu terjadi, karena betapa sia-sianya waktu yang dilalui hidup bersama tetapi tidak dapat memberikan kebahagiaan justru menghasilkan penderitaan.

Bersyukur buat setiap insan yang diizinkan bersama kita. Ya, hanya itu yang bisa kita panjatkan. Sebagai seorang suami, bersyukurlah ada seorang wanita yang mau hidup dengan kita bahkan melayani dan mengasihi dengan segala kekurangan yang ada pada diri kita, sebagai seorang istri, bersyukur buat seorang lelaki yang mau mempertaruhkan hidup untuk mendukung dan menjaga kita. 

Demikian juga seorang orang tua baik sebagai bapak atau ibu, sudah seharusnyalah kita bersyukur buat anugerah dan kepercayaan yang diberikan atas anak, putera yang tampan atau puteri yang cantik yang hadir untuk melengkapi kebahagiaan di tengah-tengah keluarga kecil yang ada. Juga anak haruslah mensyukuri betapa baiknya orang tua dengan segala kerja keras dan pengorbanan yang telah di pertaruhkan untuk memperjuangkan hidup anak-anaknya. Kita ada dan bisa menjadi seperti saat ini, karena peran dari orang tua kita.

Bebarapa hari yang lalu, saya terbangun dari tidur, segera melihat sekelilingku, kulihat istri dan anak-anak ku yang dengan tenang menikmati tidur mereka masing-masing,  aku pun hanya bisa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan ketika melihat wajah manis mereka satu persatu. Istriku yang cantik dan anak-anakku yang begitu polos dan lucu, orang-orang luar biasa yang tidak pernah terpikirkan olehku untuk hidup bersama-sama dengan mereka.

Hal yang juga sangat diperlukan di dalam keluarga adalah komunikasi dan keterbukaan. Dengan adanya komunikasi yang baik, sebuah keluarga akan solid dan saling mendukung, saling mengasihi dan bekerja sama. Kalau bukan dari keluarga, dari siapa lagi kita akan mendapatkan dukungan dalam menghadapi tantangan yang ada? kalau bukan dari suami, dari mana istri mendapatkan kebahagiaan, demikian juga suami sudah seharusnya mendapatkan ketenangan bersama istrinya. Orang tualah juga yang seharusnya menjadi teladan dan motivator utama bagi anak-anaknya, anak-anak haruslah menjadi sumber kebahagiaan yang tak terhingga bagi para orang tua, semuanya bisa berjalan dengan adanya kedekatan batin yang dimulai dari komunikasi yang baik.

Di dalam kesibukan yang ada, ingatlah selalu keluarga yang ada, jangan pernah abaikan mereka, karena semuanya membutuhkan kasih sayang, membutuhkan perhatian dan ingin dicintai. Kesuksesan atau keberhasilan apapun yang dicapai setiap anggota keluarga hendaknya semakin membuat semua anggota keluaga lainnya merasakan sukacitanya.

Lihatlah orang-orang yang ada bersamamu saat ini. Pandangilah mereka satu persatu, sayangilah mereka, berusahalah memberikan pengorbanan yang terbaik bagi setiap mereka, sehingga sukacita dan rasa bahagia akan tetap hadir di tengah-tengah keluarga keceil kita.

Senin, 09 November 2020

Pahlawan dalam Hidupku......


Tanggal 10 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan  artinya orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Sudah jelas bahwa pahlawan bagi bangsa kita adalah orang-orang yang sudah berjasa dalam membela dan berjuang demi kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai, baik itu pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan diperoleh.

Begitu besarnya perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka rela mendahulukan kepentingan orang banyak dari pada hanya memikirkan kepentingan pribadinya sendiri. Melepaskan egoisme semata dan berani meninggalkan kenyamanan hanya untuk mempersembahkan kebahagiaan kepada orang banyak melalui pengorbanan yang dilakukannya, bahkan sampai rela mati di medan pertempuran.

Pada hari in saya mengucapkan selamat Hari Pahlawan bagi kita seluruh rakyat Indonesia. Dan berketepatan hari ini adalah hari spesial bagi kami. Ya, hari ini juga merupakan peringatan hari lahirnya seorang pahlawan di tengah-tengah keluarga kami. Enam puluh dua tahun yang lalu, telah hadir di dunia ini seorang pahlawan yang gagah berani, dialah Ayah yang kami cintai, sosok seorang pejuang tangguh dan memiliki semangat layaknya seorang pahlawan yang berperang mengusir penjajah. 

Pahlawan sejati yang tidak pernah berhenti bekerja setiap hari, berjuang untuk kepentingan dan masa depan semua anak-anaknya. Berjuang untuk mengusir keterbelakangan dan kesusahan hidup dan berprinsip rela mempertaruhkan apapun asalkan kami anak-anaknya bisa hidup lebih baik dan tidak merasakan penderitaan seperti yang mereka alami. Berkat  perjuangannyalah yang menghantarkan kami semua bisa menikmati kehidupan pada saat ini.


Engkaulah Bapak, Pahlawan di hidup kami, pahlawan yang gagah berani yang telah membela kami sejak dilahirkan hingga sampai saat ini.... Tidak akan pernah terlupakan segala jerih lelah dan kesungguhanmu dalam memperjuangkan kami... Di usia bapak yang ke-62 pada hari ini,,, hanya doa yang tulus yang bisa kupanjatkan kepada Tuhan, "Sai anggiat ma dipasu-pasu Tuhan Debata bapa dohot omak, sai anggiat ma dilehon Tuhan tongtong hahipason, dipadao sian angka sahit, tarlumobi dilehon Tuhan ma angka silas ni roha dikeluarganta." (Semoga Tuhan senatiasa memberkati bapak dan mama, diberikan Tuhan kesehatan, dijauhkan dari segala penyakit, terlebih lagi kiranya Tuhan senantiasa melimpahkan sukacita di tengah-tengah keluarga kita). AMIN.

Terima kasih bapak untuk semua pengorbananmu, tanpa semuanya itu kami tidak bisa menjadi seperti yang kami alami saat ini. Walau kami tahu, kami tidak akan bisa membalas semua kebaikan bapak bagi kami. Terima kasih Pak.......





Selamat Ulang Tahun ke-62 ya pak...
Tuhan Memberkati bapak Selalu....


Postingan Terbaru

Janji kepada Ilahi

Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini