Sabtu, 20 November 2021
Jangan lewatkan hari ini tanpa menulis...
Rabu, 22 September 2021
Nasionalisme Seorang Guru
Sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk berbagi bagaimana sosok guru yang memiliki nasionalisme dalam mengembang tugasnya sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Karena bagaimanapun guru adalah kunci kemajuan bangsa.
Guru adalah model yang ditonton siswa setiap harinya di sekolahnya. Guru sangat berdampak dalam memperlengkapi pengetahun dan keterampilan siswa dan pastinya guru jugalah yang sangat berperan dalam membentuk mental dan kepribadian setiap anak didiknya.
Guru harus nasionalis, guru harus memiliki pandangan yang utuh mengenai negara indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan keanekaragaman suku, bahasa, budaya dan agama. Guru tidak boleh terjebak dalam pikiran sempit dan membeda-bedakan setiap anak didik yang dipercayakan kepadanya. Guru harus bisa menjadi role model, sebagai sosok nasionalis sejati yang selalu melayani dengan hati.
Nasionalis artinya cinta kepada tanah air, cinta tanah air berarti harus rela berkonban bagi bangsa. Rela berkorban berarti rela menepis kepentingan sendiri, dan lebih mengedepankan kepentingan nusa dan bangsa. Guru nasionalis adalah guru yang sungguh-sungguh mengabdi dengan hati yang tulus dan sepenuh hati walaupun banyak tantangan dan rintangan yang harus dilalui.
Dengan berbagai medan yang berbeda-beda, ada yang di kota dan di desa. Pasti memiliki tantangan yang berbeda pula. Tetapi guru nasionalis harus tetap semangat, semangat dan selalu semangat dalam memenuhi panggilannya sebagai pendidik anak negeri.
Guru harus bisa menjadi guru yang nasionalis dengan berjuang. Guru nasionalis senantiasa berusaha menjadi guru pembelajar yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang baru. Guru penggerak yang selalu berusaha menggerakkan orang-orang di sekelilingnya untuk melakukan seuatu pembaharuan, yang dimulai dari hal-hal yang sederhana sekalipun.
Guru yang menginspirasi, melalui karya nyata yang selalu ada sebagai sumber inspirasi bagi orang-orang di sekelilingnya baik teman sejawat dan siswanya. Dan hendaknya guru nasionalis selalu mendidik dengan melayani sepenuh hati.
Hidup guru nasionalis, hidup bangsa Indonesia...
Minggu, 06 Juni 2021
Resume Webinar "Berkarya untuk Bangsa, Berkarya Tanpa Batas"
"Sesungguhnya bagian terindah dalam hidup ini adalah saat kita bisa berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain".
Teringat kembali akan komitmen untuk selalu berbagi ilmu. Momen yang terjadi pada saat menyelesaikan penelitian tugas akhir semasa kuliah tepatnya empat belas tahun yang lalu. Perjuangan yang meletihkan ketika menuntaskan penelitian yakni merancang sebuah alat pengukur suhu jarak jauh.
Banyak kenangan yang tidak akan terlupakan, secara khusus ketika akhirnya alat tersebut dapat berfungsi, penelitian berhasil di tengah-tengah tuntutan waktu yang sangat sempit untuk mendaftar sidang hasil penelitian. Air mata bahagia menetes, dan mulut berguman sambil bersyukur. Ada janji yang terucap untuk selalu berbagi ilmu pengetahuan yang kupunya kepada orang lain.
Kesempatan berbagi kembali terwujud nyata pada acara Webinar "Berkarya untuk Bangsa, Berkarya Tanpa Batas" yang diselenggarakan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung pada Hari Sabtu, 5 Juni 2021 yang lalu.
Sangat senang berjumpa dengan orang-orang hebat. Mahasiswa/i energik calon pembaharu bangsa, dosen yang gigih dalam menempa para mahasiswanya, dan guru-guru yang selalu rindu untuk memberi kontribusi untuk negeri.
Sebagai catatan bagaimana jalannya acara tersebut, saya memberikan tantangan membuat resume kepada peserta. Yang awalnya saya menjanjikan hanya untuk satu orang peserta, tetapi setelah membaca resume yang masuk ke email saya, akhirnya ada dua peserta yang menurut saya layak mendapatkan apresiasi atas kerja keras dan kegigihan mereka. Bahkan ada yang sampai mengirim ulang resumenya beberapa kali yang menandakan adanya semangat yang tinggi untuk memperoleh buku dari saya... Hehehe...
Inilah resume dari Ibu Yetti Evana dan adik kita Junita Simaremare, mari kita baca bersama...
Guru
Giat Berkarya, Bangsa Bangkit dan Jaya
Ketika sebuah karya selesai ditulis maka pengarang tak
mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi. ( Helvy Tiana Rosa ). Quotes ini yang membuat saya sebagai guru ingin
terus berkarya agar dunia pendidikan di Indonesia semakin maju.
Jari jemari saya pun segera merangkai kata demi kata dan
menyusun kalimat demi kalimat agar menjadi sebuah paragraf dan menghasilkan
sebuah resume dari webinar yang saya ikuti dengan salah satu narasumber keren
yaitu Pak Sahat S. Naibaho seorang guru, penulis dan juga editor buku.
Webinar pelatihan penulisan karya ilmiah ini dilaksanakan
via zoom pada hari Sabtu, 05 Juni 2021 pukul 09.00 – 13.00 WIB dengan
menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya dan salah satunya adalah Pak
Sahat.
Kondisi literasi di Indonesia 0,001 %, sangat minim
tetapi waktu untuk menatap gadget kurang lebih 9 jam per hari. Indonesia
mendapat peringkat 111 dari 189 negara di dunia. Di sini lah peran guru sangat diperlukan.
Guru memiliki kontribusi yang sangat besar untuk memperbaiki kondisi bengsa
kita.
a. Lemahnya motivasi guru
b. Kurang membaca
c. Tidak adanya budaya menulis di sekolah
d. Kemampuan berbahasa guru yang kurang
a. jurnal
b. makalah
c. tulisan ilmiah popular
d. artikel ilmiah dalam bidang pendidikan
a. membuat buku pelajaran per tingkatan
b. membuat modul/diklat pembelajaran per semester
c. membuat buku dalam bidang pendidikan
d. membuat karya hasil terjemahan
e. membuat buku pedoman guru
Asli ( bukan merupakan plagiat/jiplakan )
- Guru adalah kaum intelektual
- Guru memang harus bisa menulis
- Pelatihan menulis yang banyak dan terbuka luas
- Banyak penerbit yang bersedia menerbitkan buku dengan biaya yang terjangkau.
Niat
Ditulis pukul 23.00 WIB
SD Taruna Bakti Bandung
============================================
RESUME
dari Pemaparan Materi Bapak
Sahat Serasi Naibaho
Pada
Webinar karya Ilmiah Pada Hari Sabtu, 05 juni 2021
Mengapa menurut anda kompetensi itu penting terhadap Guru Penggerak ? yaitu agar mampu mengembangkan Orang-orang lain.
Apa contoh perilaku ataupun penerapan komptensi itu pada peran anda sebagai guru ? yaitu Guru harus Kreatif, dan mampu Menulis.
Alasan Guru harus
meningkatkan kompetensinya, adalah :
· Perkembangan
IPTEKS
· Amanat
Undang-undang.
· Dampak
bagi Siswa
· Dampak
Bagi sistem Pendidikan Nasional
· Mendorong
tumbuh kembang peserta didik.
· Mengimplementasikan
pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik
· Menjadi
teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan
· Mewujudkan
profil pelajar pancasila ( profil pelajar pancasila yang dimaksud adalah
peserta didik yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak
mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan
mandiri).
Guru memiliki kontribusi yang sangat besar untuk memperbaiki
kondisi bangsa kita. Dibutuhkan guru yang berkualitas, sehingga SDM semakin
meningkat. Salah satu caranya adalah meningkatkan kemampuan literasi (membaca
dan menulis) para guru. Hal ini hendaknya dilatih dengan aktif dalam menulis
karya ilmiah.
Manfaat Menulis Karya Ilmiah bagi guru:
1. Terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif
karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang
ada relebansinya dengan topik yang hendak dibahas.
2. Terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber
mengambil sarinya , dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih
matang.
3. Dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti
mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
4. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan
menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan
masyarakat.
Dan Manfaat lainnya adalah Untuk memperoleh Point dan Koint.
1. Lemahnya Motivasi guru dalam menulis (malas)
2. Kurangnya membaca
3. Tidak adanya budaya menulis di sekolah
4. Kemampuan berbahasa guru kurang
5. Tidak sistematis dalam Berfikir
Hal ini menyebabkan apa yang ditulis terkadang tidak
nyambung antara permasalahan, pemecahan dan penarikan kesimpulan.
Dan Alasan lainnya adalah : Karena sudah terbiasa dengan
yang instan, nyaman dengan kondisi saat ini, ikut arus.
Mengapa Guru Harus
Menulis ?
Disamping memiliki
tugas utama yabg terdapat pada UU No. 14 tahun 2015, sebagai pendidik yang
profesional guru juga diwajibkan mengembangkan keprofesian berkelanjutan (PKB).
PKB merupakan pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan , bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya (permennegpan dan reformasi birokrasi Nomor 16 Tahun 2009). Yang meliputi pengembangan diri, Publikasi Ilmiah dan karya inovatif.
Ada 2 cara Membuat karya Hasil Terjemahan. Yaitu :
1. Tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran atau buku dalam bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke bahasa indonesia. Atau sebaliknya dari bahasa daerah yang akan digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
2. Buku terjemahan tersebut harus dilengkapi dengan surat pernyataan dari kepala sekolah yang menjelaskan perlunya karya terjemahan tersebut untuk menunjang proses pembelajaran disertai tanda tangan kepala sekolah dan cap sekolah bersangkutan.
Guru Menjadi Penulis Buku, karena :
a. Guru adalah Kaum Intelektual
N= Niat K= Komitmen K= Konsisten
Banyak karya yang seharusnya bisa dihasilkan guru karena dengan karya guru berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan yang akan berdampak pada perbaikan kualitas SDM dan Pendidikan di negara tercinta yaitu Indonesia.
Bagi yang ingin menonton kegiatan tersebut bisa disaksikan di: https://youtu.be/WTI4-uT7v-4
Sabtu, 05 Juni 2021
Berkarya Tanpa Batas...
Hanya ungkapan syukur kepada Tuhan Sang Pencipta dan Pemelihara hidupku. Kusampaikan syukur yang sangat mendalam. Ya, begitu luar biasanya kasih-Nya sehingga diberikan kesempatan yang tidak pernah terpikirkan olehku. Hal yang sangat luar biasa ketika pada hari ini menjadi Narasumber pada kegiatan Pelatihan Menulis Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.
Selama dua minggu sebelumnya, kekuatiran menimpaku. Keraguan dan ketakukan bagaimana nantinya pada hari-H. Apa yang harus kusampaikan, aku tidak mampu. Tetapi komitmen untuk berbagi dan berkarya itulah yang menguatkanku. Untuk berani melangkah maju, tidak boleh gentar. Percaya bahwa ketika melakukan suatu hal yang tujuannya untuk kebaikan, pastilah Tuhan mampukan.
Malam ini semuanya terasa lempang, akhirnya semuanya berjalan dengan lancar. Pengalaman pertama menjadi Narasumber melalui Zoom Meeting. Memang sudah empat kali menjadi Narasumber pada kegiatan menulis online, tetapi menggunakan aplikasi WhatsApp. Pastilah berbeda, karena kalau melalui WhatsApp, saya hanya membagikan teks sehingga bisa lebih santai. Sangat berbeda dengan hari ini, seperti di kelas nyata, menjabarkan materi secara langsung kepada peserta.
Dihadapan 170-an peserta memaparkan materi, sungguh pengalaman yang luar biasa. Antusias peserta yang didominasi mahasiswa IAKN. Ya memang sekitar 80% peserta adalah mahasiswa, dan sisanya adalah guru. Saya senang bisa berbagi dan berdiskusi dengan para peserta, dan hari ini seolah-olah beban dan tanggung jawab untuk selalu berbagi dan membantu orang lain semakin terasa dan bergelora.
Guru adalah tonggak penentu maju mundurnya suatu bangsa, oleh karenanya melalui webinar kali ini ditekankan supaya para guru sadar akan tanggung jawab yang besar yang dipikulnya. Guru tidak boleh anti dalam belajar, tetapi harus menjadi contoh bagi peserta didiknya. Guru harus menjadi inspirasi melalui apa yang dilakukannya, bukan hanya dari ucapan semata.
Banyak hal yang harus diperbaiki, banyak hal yang harus diperbaharui dan banyak hal yang harus diperlengkapi. Guru tidak boleh terlena, tidak boleh manja, tidak boleh malas untuk berkarya. Guru berkarya, dimulai dari diri sendiri yang mau bangkit dan memperlengkapi diri. Semoga guru-guru sadar dan mau mengambil bagian untuk memajukan bangsa dengan karya yang menginspirasi.
Ini adalah langkah pertama dari langkah ke-seribu yang harus dilalui. Harus berani menatap terus ke depan, pantang goyah, dan terus memperlengkapi diri. Yakin bahwa ada kesempatan dan tantangan yang lebih besar lagi yang sudah disiapkan untuk kita lakoni.
Maju terus pantang mundur, semangat tidak boleh kendur...
Ayo tetap atur nafas, untuk berkarya tanpa batas...
Postingan Terbaru
Janji kepada Ilahi
Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...
Postingan Terpopuler dalam sebulan ini
-
Setelah hampir seminggu Pak Gurdes fokus dalam mendampingi putra kesayangannya Rido yang harus menjalani operasi ringan di telapak kakinya, ...
-
Malam ini saya sangat berbahagia, bahagia bukan karena bunyi sms banking , atau mendapat hadiah spesial dari seseorang, tetapi bahagia karen...
-
Bertugas sebagai guru di daerah 3T ( Tertinggal, Terdepan dan Terluar ) membutuhkan suatu pengabdian yang luar biasa bagi seorang guru. Sepe...











