Tampilkan postingan dengan label WIT 2021. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WIT 2021. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 November 2021

Bintang tamu pada acara "Talkshow" WIT 2021

 

Siang ini Pak Gurdes kembali mendapat kejutan. Kejutan apakah gerangan yang membuatnya serasa seperti orang penting? Adapun kejutan disampaikan oleh Bu Nelsa dari tim WIT 2021. Ibu yang sangat sibuk beberapa hari ini dalam mempersiapkan TPN VIII ini mengirimkan pesan yang membuat Pak Gurdes seakan terbang melayang ke awang-awang. Hehehe...

"Selamat siang Pak Sahat, semoga dalam keadaan sehat ya pak. Saya Nelsa dari tim WIT. Salam kenal pak. Saya izin melanjutkan koordinasi untuk persiapan Temu Inovasi yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Bu Tien ya pak. Di dalam kegiatan Temu Inovasi nanti kita akan ngobrol-ngobrol tentang perjalanan Bapak selama WIT dan terkait media pembelajaran yang bapak ciptakan.  Untuk detail lebih lanjut mengenai sesinya, saya izin share TOR nya ya pak 🙏" Demikianlah isi pesan dari Bu Nelsa.

Memang Bu Tien Agustina tim WIT pernah menelepon Pak Gurdes, tetapi belum menyampaikan secara langsung bahwa Pak Gurdes akan tampil pada acara pameran karya. "Hanya bincang-bincang biasa saja Pak, untuk menanyakan bagaimana pengalaman Bapak selama mengikuti WIT 2021," itulah kalimat yang disampaikan Bu Tien ketika itu. Oh ya, Bu Tien kemarin juga menanyakan jalur masuk WIT kepada Pak Gurdes, apakah melalui kemendikbud atau mandiri. Tetapi tidak juga menyinggung acara pameran karya. 

Intinya Pak Gurdes diberikan kesempatan untuk tampil dalam sesi talk show pada acara Temu Inovasi dan Pameran Karya 2021" esok hari. Dengan mengusung tema “Menjadi Guru Inovatif, Memberi Inspirasi untuk Negeri”. Wah... Pak Gurdes seakan tidak bisa berkata-kata ketika membaca namanya ada di jadwal kegiatan tersebut.


Pak Gurdes tidak menyangka menjadi salah satu yang terpilih dari ratusan guru finalis WIT 2021 untuk tampil di acara Temu Inovasi dan Pameran Karya 2021. Dia melihat Rundown acara hanya beberapa guru yang diberikan kesempatan untuk tampil pada kegiatan tersebut. "Apa spesialnya media yang saya buat ya?" pikir Pak Gurdes di dalam hatinya.

Memang Pak Gurdes awalnya merasa minder ketika melihat flyer para peserta dalam pameran karya. Banyak media yang keren-keren, canggih dan menarik. Sedangkan Pak Gurdes hanya membuat kartu bergambar hewan saja. Kartu yang digunakannya pada saat mengajar materi pengelompokan hewan Vertebrata.

Pak Gurdes sangat mensyukuri kesempatan yang diberikan kepadanya, setidaknya ada pengalaman baru baginya, yakni tampil secara langsung di hadapan para peserta TPN. Pak Gurdes akan diajak bincang-bincang mengenai pengalaman selama mengikuti WIT sampai media yang dibuatnya.

Sebenarnya jantung Pak Gurdes masih dag dig dug, membayangkan dia tampil yang disiarkan secara langsung melalui Streamyard dan Website Wardah Inspiring Teacher di https://inspiringteacher.wardahbeauty.com/.

Tapi Pak Gurdes berprinsip bahwa kesempatan tidak pernah datang dua kali. Kesempatan yang ada harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, apalagi hal itu nantinya bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Pak Gurdes hanya bisa berdoa semoga TPN VIII berjalan dengan lancar. Secara khusus ketika dia tampil menjadi tamu pada "talk show" besok pukul 14.00 WIB. Juga ketika pak Gurdes akan berbagi praktik baik yang sudah dilakukannya pada hari Minggu pukul 09.00 WIB.



Ayo teman-teman, doakan Pak gurdes ya...

Mari ikuti TPN VIII
Yuk daftar!

Dapatkan twibbon ini melalui 
twb.nz/pembicaratpnviii
            
Lalu ikuti @twibboni
#pembicaratpnviii 
#twibbonize

Senin, 15 November 2021

Lulus WIT 2021, menjadi Pembicara TPN VIII



Sebagai seorang guru di desa tertinggal, Pak Gurdes sangat-sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk mengikuti program Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2021, sebagai wujud apresiasi bagi guru-guru inspirasi dari berbagai daerah di tanah air. 

Buah manis dari hasil perjuangan selama 4 bulan mengikuti WIT 2021 akhirnya dituainya. Pak Gurdes dinyatakan lulus WIT 2021. Bukan hanya lulus, Pak Gurdes juga diberikan kesempatan sebagai salah satu dari 1000 pembicara pada ajang Temu Pendidik Nusantara (TPN) VIII. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 21 November 2021. Wah... Pak Gurdes sungguh-sungguh terharu membaca pemberitahuan tersebut di emailnya.

Suatu hal yang tidak pernah ada dalam mimpi Pak Gurdes, seorang guru desa akan menjadi pembicara di hadapan 30.000 guru yang akan mengikuti TPN VIII. Pada kegiatan tersebut Pak Gurdes akan membagikan praktik baik yang sudah dilakukan di sekolahnya. Praktik baik yang tentunya dia lakukan berkat pembelajaran yang didapatnya selama mengikuti WIT 2021.


Setelah mengetahui dirinya lulus dan akan tampil pada TPN VIII, Pak Gurdes harus mempersiapkan diri untuk tampil maksimal pada kegiatan tersebut. Mulai dari mempersiapkan abstrak praktik baik sampai dengan PPT yang akan ditampilkannya. Bagaimanapun kesempatan yang indah ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk berbagi. Setidaknya apa yang sudah dilakukan Pak Gurdes bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya.

Berbicara mengenai WT 2021, jujur Pak Gurdes banyak mendapatkan pembelajaran. Banyak miskonsepsi yang akhirnya diluruskan setelah mengikuti WIT 2021. Hal itulah yang disampaikan Pak Gurdes ketika Bu Tien Agustina tim dari WIT menghubunginya. Pak Gurdes menyampaikan bahwa WIT 2021 memberikan pemahaman baru bagaimana seharusnya seorang guru melakukan perannya dengan sebenar-benarnya. 

Dari WIT 2021 Pak Gurdes memahami bahwa belajar harus berfokus pada murid, memahami kebutuhan murid dan melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid. Jadi mengajar bukan tentang bagaimana bagusnya media, bagaimana penguasaan dan hebatnya penyampaikan materi yang dilakukan guru, tetapi bagaimana kebutuhan siswa bisa terpenuhi dengan pembelajaran yang dilakukan.

Mengenai pengembangan kompetensi guru, Pak Gurdes juga diingatkan bahwa seorang guru seharusnya terus memperlengkapi diri, tidak pernah berbenti untuk belajar. Belajar bukan harus dari ahli atau tokoh pendidikan, tetapi belajar dari guru-guru yang telah secara nyata berhasil dalam melakukan praktik-praktik baik di dalam kelas.

Banyak hal lainnya didapatnya sehingga layaklah Pak Gurdes mengucapkan banyak terima kasih buat semua pihak yang telah mendukungnya dalam mengikuti WIT 2021 dari awal sampai akhir. 

Terima kasih buat WIT 2021, terima kasih buat Bapak/Ibu pembimbing, pelatih dan seluruh tim WIT 2021. 

Semoga ilmu yang Pak Gurdes dapatkan bisa diterapkannya di sekolah desa yang dia cintai...


Oh ya bagi Bapak/Ibu, mari ramekan TPN VIII.

Saya mengajak kita semua untuk ikut juga!

Yuk daftar!

Dapatkan twibbon ini melalui twb.nz/pembicaratpnviii
            
Lalu ikuti @twibboni
#pembicaratpnviii 
#twibbonize

Senin, 01 November 2021

Siap Belajar di TPN VIII


Saya Sahat Serasi Naibaho dari SMPN 2 Dolok Sigompulon, Kab.Paluta, Sumatera Utara siap #BelajarDiTPNVIII bersama #1000Pembicara untuk #DukungGuruBelajar 

Yuk daftar!
tpn.gurubelajar.org

Pakai twibbonnya!
Klik https://twb.nz/pesertatpnviii

Dapatkan twibbon ini melalui twb.nz/pesertatpnviii
Lalu ikuti @twibbonize
#pesertatpnviii #twibbonize

Rabu, 20 Oktober 2021

Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar (WIT 2021)


Setelah hampir seminggu Pak Gurdes fokus dalam mendampingi putra kesayangannya Rido yang harus menjalani operasi ringan di telapak kakinya, kini Pak Gurdes memiliki kesempatan untuk kembali menuliskan kisahnya. Memang Pak Gurdes dalam beberapa hari ini memprioritaskan kesehatan putranya supaya segera pulih dan bisa beraktifitas seperti biasanya.

Kali ini Pak Gurdes mau berbagi ilmu yang diperolehnya dari program WIT 2021 yang sudah diikutinya sejak bulan Juli 2021 yang lalu. Setelah menjalani proses panjang akhirnya Pak Gurdes menjadi salah satu peserta yang dinyatakan lolos ke tahap 3 program WIT 2021 yakni "Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar". Sebelumnya Pak Gurdes sudah melewati dua tahapan sesuai dengan kurikulum WIT 2021 berikut ini:


Pak Gurdes sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk mengikuti sampai tahap akhir WIT 2021. Bagaimana tidak bersyukur, dari 2000-an guru peserta yang mengikuti tahap 1, kini hanya tinggal 300-an peserta yang bertahan. Dan selanjutnya bagi guru yang 'tulisan praktik baiknya' lolos kurasi maka akan diberikan kesempatan menjadi pembicara pada Temu Pendidik Nusantara (TPN), wah semoga Pak Gurdes menjadi salah satu dari peserta yang beruntung ya... Amin.

Pak Gurdes akan membagikan ilmu yang didapatnya dari program "Penulisan Praktik Baik" yang diikutinya melalui aplikasi sekolah.mu. Sebelumnya kita harus pahami bahwa paktik baik adalah gambaran pembelajaran yang sudah dilaksanakan dan secara nyata telah berhasil memberikan perubahan atau kebaikan dari pembelajaran-pembelajaran sebelumnya.

Adapun program "Penulisan Praktik Baik" ini memberikan pembekalan pada guru untuk mampu menuliskan praktik baik pembelajaran yang sudah terbukti efektif dan berhasil diimplementasikan. Mengapa dengan menulis? karena menulis merupakan salah satu cara yang efektif untuk berbagi pengalaman dan inspirasi dengan sesama rekan guru. 

Dengan kemampuan menuliskan praktik baik pembelajaran, diharapkan semakin banyak guru yang berbagi, semakin banyak guru yang mencoba praktik baik, semakin banyak guru yang berhasil, dan semakin banyak murid yang belajar dengan lebih baik.

Untuk memudahkan dalam menulis praktik baik, kita bisa menerapkan kerangka berpikir ATAP. Apa itu ATAP?

A  = Awal (Bagian yang menceritakan situasi awal pembelajaran, terkait tanggung jawab guru dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai).
T   = Tantangan (Bagian yang menceritakan tantangan, hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam mencapai tujuan pembelajaran).
A  = Aksi (Bagian yang menceritakan langkah-langkah atau strategi yang dilaksanakan pada pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran).
P   = Perubahan (Bagian yang menceritakan pelajaran hasil refleksi dari pembelajaran, perubahan apa yang diperoleh setelah melakukan aksi)

Berikut ini salah satu contoh kerangka menulis praktik baik dengan menggunakan ATAP:


Kerangka berpikir ATAP yang sudah dibuat kemudian dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang tersusun secara sistematis dan menarik untuk dibaca, dan tentunya harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 
 
Dalam menulis praktik baik, ada beberapa miskonsepsi yang selama ini tertanam di benak guru, yakni:
1. Menulis hanyalah bagi orang yang berbakat. Padahal faktanya, menulis bisa dilakukan oleh siapa saja karena menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih dan dikembangkan.

2. Menulis itu sekali dikerjakan langsung jadi. Padahal faktanya, menulis itu memerlukan proses dan perlu tahapan. Mulai dari memperoleh ide, mengembangkan ide, menulis draft, merevisi tulisan, editing sampai menerbitkan tulisan.

3. Menulis itu sangat sulit karena harus mengikuti ejaan yang benar. Padahal faktanya, yang terpenting dalam menulis adalah ide/gagasan. Soal ejaan adalah hal yang bisa dipelajari dan disempurnakan.

4. Menulis tidak ada kaitan dengan keterampilan bahasa lain. Padahal faktanya, menulis sangat terkait dengan ketrampilan bahasa lain seperti: membaca, berbicara dan mendengar (menyimak).

5. Profesi guru dan penulis tidak nyambung. Padahal faktanya, menulis sangat mendukung profesionalitas seorang guru. Dengan menulis guru bisa membagikan pengalaman pembelajaran yang dilakukannya. Justru guru yang berprestasi biasanya adalah guru yang suka menulis.

Guru Penulis adalah profesi yang sangat dibutuhkan bangsa kita saat ini. Guru harus terus belajar menulis karena dengan mahir menulis maka seorang guru akan semakin mampu memaksimalkan perannya sebagai guru. 

Seorang guru akan memberikan manfaat kepada orang lain ketika dia terbiasa berbagi akan hal-hal baik dan tentunya hal itu akan menginspirasi orang lain untuk turut serta mengetahui dan melakukan hal-hal baik tersebut. 

Mari terus belajar, mari terus menulis... menulis... dan menulis...  

Salam dari Pak Gurdes, Pak Guru Desa yang selalu semangat berkarya...

Selasa, 12 Oktober 2021

Lolos ke Tahap 3 WIT 2021

Kemarin malam setelah selesai menuliskan kisahnya yang berujudul "Siswaku Penyemangatku" Pak Gurdes iseng membuka emailnya. "Mana tahu ada email" masuk pikirnya. Memang Pak Gurdes harus sering-sering mengecek emailnya karena banyak naskah tulisan yang akan diedit dan dikumpulkannya menjadi buku antologi melalui emailnya.

Ketika dibukanya dia melihat sebuah email masuk dri program WIT 2021, tepatnya pengirimnya adalah ibu patricia dabukke, yang menjadi pembimbing mereka dalam pembuatan media. pak Gurdes sangat penasaran dan seger mengklik email masuk tersebut.


Dia langsung fokus pada judul surat yang masuk yakni "PENGUMUMAN TAHAP 3 WIT 2021" dia pak Gurdes langsung segera membaca isinya dan begitu senangnya Pak Gurdes membaca bahwa dia dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya program WIT 2021. 

Matanya berkaca-kaca dan masih terbengong tak percaya. Dia sangat senang dan terntunya bersyukur diberikan kesempatan untuk melangkah ke tahap selanjutnya program WIT 2021 yang sudah diikutinya sejak bulan Juli 2021 yang lalu.

Pak Gurdes berharap tahap selanjutnya yakni "Penulisan Praktik Baik" dapat dilaluinya dengn lancar sampai akhirnya bisa menyelesaikan program WIT 2021 dengan baik....


Sabtu, 31 Juli 2021

Perayaan Guru Merdeka Belajar

"Guru Merdeka Belajar (GMB) lebih penting dari strategi, media, inovasi dalam pembelajaran, karena setiap peserta didik lebih dahulu melihat 'figur' guru yang mengajarinya. Karena GMB adalah guru yang mau mendengar, selalu mencari cara, tidak mengeluh, dan selalu melakukan refleksi dalam tugasnya." Kalimat dari Bapak Bukit Setiawan di atas begitu mengena bagiku ketika mengikuti Perayaan "Guru Merdeka Belajar" sebagai apresiasi bagi peserta WIT 2021 yang telah menyelesaian program Merdeka Belajar.

Pada Perayaan Guru Merdeka Belajar yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Juli 2021 melalui youtube live tersebut, Bapak Bukit Setiawan yang merupakan Ketua Yayasan Guru Belajar menekankan bahwa ada 3 dimensi Merdeka Belajar, yakni: adanya komitmen pada tujuan, mandiri dalam melakukan cara dan selalu melakukan refleksi pembelajaran.

GMB sangat diperlukan dalam memajukan pendidikan karena sering sekali guru terjebak dalam miskonsepsi dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Misalnya guru sering mengikuti pelatihan atau kegiatan sejenisnya hanya karena ada surat tugas dari pimpinan atau dinas terkait, bukan karena memang sadar dan ingin memperlengkapi diri.

Yang selanjutnya, guru sering berpikiran dan hanya mau belajar pada ahli atau pakar, orang yang dinggap mumpuni dalam menguasai permasalahan. Padahal orang tersebut bisa saja hanya paham secara teori tidak pernah terjun di dalam kelas dan menghadapi langsung masalah yang sebenarnya. Seharusnya guru mau belajar dari teman sejawat atau guru lain yang sudah berhasil dalam pembelajaran walaupun dia bukan seorang ahli atau pakar.

Guru juga sering terjebak dalam kesalahan fatal, yakni membuat media, mempersiapkan pembelajaran dengan baik, merancang pembelajaran dengan sempurna hanya ketika mengikuti suatu lomba. Sehingga prioritas utama bukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas tetapi untuk memenangkan lomba.

Hal yang terakhir dikatakan, guru sering lebih condong kepada kompetisi dari pada kolaborasi. Selalu merasa ada persaingan untuk memperoleh predikat guru terbaik di sekolah atau di suatu daerah. Padahal guru harusnya menjalin kerja sama, dan saling bahu-membahu untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Perlu ada masukan, saling memberikan saran dan tukar pikiran antara sesama guru.

Saya juga disadarkan akan arti "Merdeka" pada kalimat Merdeka Belajar. Merdeka bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, peserta didik sesuka hati, semuanya saja bagaimana dia belajar. Merdeka di sana bukan berarti "freedom" tetapi "Independen, otonom, atau self regulasi". Sehingga Merdeka artinya peserta didik dibimbing untuk memiliki kemampuan/kapasitas untuk melaksanakan tanggung jawab dengan upayanya sendiri.

Apabila ada peserta didik yang bermasalah, perlu adanya pendekatan. Dikatakan bahwa setiap siswa yang bermasalah berarti ada kebutuhannya yang belum terpenuhi, jadi jangan langsung melihat masalahnya, tetapi penuhi dulu kebutuhannya, tentunya sesuai dengan tingkatan pendidikannya. Misalnya anak PAUD, SD biasanya memiliki kebutuhan untuk didengar dan dipahami.

Hal yang sangat menarik juga dalam sesi tanya jawab, tentang bagaiman supaya siswa tidak mencontek jawaban dari google?. Tentunya itu hal yang sering terjadi ketika kita memberikan tugas kepada peserta didik. Jawabannya adalah buatlah soal yang otentik yang jawabannya tidak ada di google. Jangan membuat soal "2 + 3 = .... " Tetapi sebaiknya buat soal " Berapa jumlah jendela yang ada di rumahmu". Pastilah dia tidak mendapat jawabannya di google.

Bagaimana membantu peserta didik untuk menyesuaikan diri dengan konsep Merdeka Belajar? Pertama, dengan cara sering-sering mengajaknya untuk melakukan refleksi, biasakan mereka melakukannya secara bergantian. Awalnya refleksi mengenai hal-hal non-kognitif (umum) baru setelah terbiasa baru masuk ke hal yang kognitif. Mulailah membiasakan siswa untuk mengungkapkan perasaannya, kesan atau suasana hati ketika dalam proses pembelajaran.

Kedua, perlu juga diperhatikan supaya kita meletakkan kebutuhan anak dalam proses pembelajaran, jangan asal tancap gas dalam menguraikan materi, tetapi siswa tidak merasakan bahwa itu adalah kebutuhannya. Biasakan memulai pembelajaran dengan menanyakan hal-hal yang sudah diketahui mengenai materi yang akan dipelajari, sehingga tidak ada pengulangan yang membuat mereka bosan.

Hal ketiga yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak peserta didik untuk menghasilkan bukti belajar sesuai dengan pilihan dan kemampuan mereka, misalnya melalui slide, ringkasan, video, lagu atau dalam bentuk lainnnya.

Topik diskusi yang terakhir bagaimana mengatasi kelas yang cenderung diam (pasif). Kuncinya adalah melakukan pendekatan. Dengan menjalin kedekatan secara psikologis maka guru akan semakin mudah berinteraksi dengan peserta didik, dan tentunya akan bisa mengajaknya untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

Sungguh pemaparan yang luar biasa dari Bapak Bukit Setiawan, banyak hal yang di tegur dan perlu saya benahi. Guru harus terus belajar dan membenahi diri, karena Guru Merdeka Belajar adalah kunci utama keberhasilan dari peserta didik yang Merdeka Belajar...

#WardahInspiringTeacher
#MemberiInspirasiUntukNegeri
#MerdekaBelajar

Untuk video lengkapnya bisa ditonton di https://youtu.be/1Q6frRef4h0

Kamis, 22 Juli 2021

On Boarding WIT 2021...

 

On Boarding atau kegiatan pengenalan program Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2021 untuk grup 8 sampai 15 dilaksanakan hari ini, 22 Juli 2021. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini cukup meriah dengan dihadiri 200-an peserta yang cukup antusias untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dijalani selama mengikuti WIT 2021.

Acara yang berlangsung sore ini dipandu oleh Ibu Fifi Maghend dari Tim Wardah. Beliau mengawali kegiatan dengan memutar video yang memberi pesan yang cukup mendalam bahwa orang-orang yang hebat lahir dari guru yang hebat. Seperti quotes yang ditampilkan di slide yang mengatakan"Orang yang hebat menghasilkan beberapa karya yang bermutu, tetapi guru yang bermutu menghasilkan ribuan orang yang hebat. Intinya bahwa peran guru itu sangat vital bagi kemajuan suatu bangsa.

Setelah itu beliau memaparkan tentang perjalanan PT. Paragon Teknology and Innovation, perusahaan yang menginisiasi dan terus mendukung program WIT. Yang mana perusahaan yang berdiri sejak tahun 1985 dan yang terkenal dengan brand kosmetik wardah tersebut berkomitmen untuk mendukung dunia pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan lingkungan melalui dana CSR perusahaan.

WIT adalah salah satu program yang telah berjalan sejak tahun 2017 yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta. Dilaksanakan kembali pada tahun 2019 di 4 kota yakni: Yogjakarta, Bandung, Surabaya, dan Jakarta dengan jumlah peserta 200 orang guru. Dan pada tahun 2020 diikuti 1800 orang guru tetapi secara online karena adanya pandemi. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan pada tahun ini juga secara online dengan jumlah peserta 2000 guru dari berbagai daerah di tanah air.

Satu hal yang patut dibanggakan ketika WIT berkomitmen untuk memberikan apresiasi bagi guru-guru inspiratif bekerja sama dengan Yayasan Guru Belajar dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Indonesia (Ditjen GTK Kemdendikbud). Adapun kurikulum WIT 2021 adalah:


Dengan Timeline sebagai berikut:


Sebelum sesi tanya jawab, kembali diputarkan sebuah video motivasi yang mendorong guru untuk semangat dalam mengabdi untuk negeri. Bahwa tidak ada orang yang bodoh di negeri ini, yang diperlukan adalah guru yang mengajar dengan baik dengan metode yang baik. Guru yang baik adalah guru yang mampu memberi motivasi dan inspirasi. Metode yang baik artinya metode yang mampu membuat persoalan yang sulit menjadi mudah, yang membuat belajar terasa asyik dan menyenangkan. 

Hal ini dibuktikan ketika ada siswa yang dianggap bodoh karena tidak naik kelas, tetapi ketika diasuh dididik dengan sungguh-sungguh akhirnya mampu menorehkan prestasi gemilang, bukan hanya di kelas atau di daerahnya, tetapi prestasi dan karyanya sampai ke tingkat dunia.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan tanya jawab, dalam kegiatan ini Ibu Fatrica Ivana sebagai PIC WIT 2021 memberikan jawaban dan penjelasan buat setiap pertanyaan dari peserta. Juga ada Ibu Clara Ika yang menceritakan pengalaman yang cukup menyenangkan dan memperoleh banyak ilmu ketika mengikuti WIT 2020. Hal itu jugalah yang membawa beliau dipercayakan sebagai pemandu pada WIT pada tahun ini.

Kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan penuh antusias, hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang ada, baik secara langsung maupun yang ada di kolom chat. Semoga semangat hari ini tetap membara pada diri setiap peserta, sehingga tetap mengikuti setiap tahapan WIT 2021 dengan penuh antusias.

Tetap semangat dan tetaplah menginspirasi

#WardahInspiringTeacher
#MemberiInspirasiUntukNegeri
#MerdekaBelajar

Selasa, 20 Juli 2021

WIT 2021: Guru Merdeka Belajar

WIT 2021: Guru Merdeka Belajar

Menjadi peserta Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2021 merupakan satu kesempatan yang memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi saya. Ya, tahap awal saja saya sudah disadarkan akan bagaimana seharusnya seseorang yang mengaku sebagai guru untuk bertanggung jawab dalam menjalankan perannya sebagai Guru Merdeka Belajar.

Mengawali program WIT 2021, pada tanggal 7 Juli 2021 panitia memberikan link grup telegram "Wardah Inspiring Teacher 2021" kepada para peserta, yang mana sampai hari ini saya perhatikan anggota grup sudah berjumlah 1959 orang guru dari berbagai daerah di tanah air. 

Dan pada tanggal 13 Juli 2021 peserta dibagi dalam 30 kelompok kecil dan setiap kelompok yang sudah dibentuk dalam grup telegram didampingi oleh pemandu dan pelatih. Adapun saya berada di kelompok 17 dengan Ibu Clara Ika sebagai pemandu dan Ibu Anita Traurisia sebagai pelatihnya.

Di dalam grup kecil tersebutlah kami para peserta dibimbing untuk memulai kegiatan program WIT 2021 sesuai dengan timeline berikut ini:

Timeline Program Pelatihan WIT 2021

Sedangkan untuk jadwal on boarding WIT 2021 telah dibagi sesuai dengan jadwal ini:
Jadwal on boarding WIT 2021

Untuk kegiatan pertama peserta diharapkan menyelesaikan program melalui sekolah.mu dengan nama kegiatan "Guru Merdeka Belajar". Sebelum memulai proram sekolah.mu para peserta harus terlebih dahulu membuat akun sekolah.mu, tutorial pembuatan akun dapat dilihat di: https://youtu.be/e1CJaGBcNOk atau https://docs.google.com/presentation/d/1qk7NRKO08jkQ_D-vx_6R1MeNuvuBQ9lpcb3cANwzN8k/edit?usp=sharing.


Tampilan sekolah.mu

Apabila peserta sudah memiliki akun, selanjutnya memilih program Guru Merdeka Belajar (GMB)_WIT 2021 di https://sekolah.mu/program/wardah-inspiring-teachers-2021-guru-merdeka-belajar. Enaknya program belajar GMB ini gratis buat para peserta, padahal saya perhatikan bahwa nilai voucher untuk program WIT 2020 di sekolah.mu senilai Rp.1.800.000, sehingga saya sangat bersyukur atas kesempatan menikmati program belajar di sekolah.mu secara cuma-cuma.

Profil saya di sekolah.mu

Setelah berhasil masuk ke program GMB_WIT 2021, peserta diharapkan menyelesaikannya paling lambat tanggal 24 Juli 2021. Program Guru Merdeka Belajar ini memuat 4 poin pembelajaran bagi peserta, yakni: (1) Tujuan pendidikan, (2) Konsep Merdeka Belajar, (3) Pengembangan diri Guru Merdeka belajar, (4) Kunci Pengembangan Guru. 

Berikut ini penjelasan dari keempat poin di atas:

1. Tujuan Pendidikan
Untuk memahami tujuan utama pendidikan, peserta diajak untuk menonton video dua pengajaran yang berbeda. Dimana terdapat dua interaksi yang berbeda antara pengajaran pertama dan yang kedua. Adapun Guru seringkali melihat sesuatu dari sudut pandang orang dewasa, sangat jarang melihat dari sudut pandang anak/peserta didik. Untuk lebih jelasnya bisa kita simak dalam video di link berikut: https://youtu.be/DmBqUcf3L-Y.

Peserta diajak untuk merefleksi kedua jenis pembelajaran di dalam video tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa guru sering terjebak dalam miskonsepsi belajar:
Miskonsepsi belajar

Apa sebenarnya arti belajar?


Seringkali kita memang terjebak bahwa belajar adalah untuk mengejar nilai, padahal terdapat tujuan jangka panjang yaitu menyiapkan anak menghadapi tantangan kehidupan. Untuk memahami lebih jauh tentang tujuan pendidikan, berikut terdapat infografik yang menunjukkan miskonsepsi dan konsep tujuan pendidikan.

Miskonsepsi & Konsep Tujuan Pendidikan

2. Konsep Merdeka Belajar
Kita telah mengetahui tujuan pendidikan yaitu menyiapkan hidup, fokus pada kompetensi sehingga ujian bersifat bermakna, meningkatkan kemampuan menalar dan mengembangkan kemandirian. Fakta yang menarik bahwa anak-anak kita hidup pada Abad Ke-21 tapi dididik dengan pendidikan abad ke-19. Bagaimana kita siap mendidik anak-anak yang sesuai dengan pendidikan abad ke-21? Solusinya adalah Merdeka Belajar. Apa itu Merdeka Belajar? Mengapa Merdeka Belajar? Bagaimana menerapkan Merdeka Belajar?

Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Pelajar yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Dari sudut pandang pengajar, merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan murid dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.

Merdeka belajar

Belajar bukan untuk ujian, tapi untuk mencapai tujuan belajar yang bermakna. Belajar bukan dikendalikan pengajar, tapi disepakati bersama antara pengajar dan pelajar. Belajar bukan dengan cara yang seragam, tapi ada diferensiasi cara belajar. Belajar bukan hanya menghafal rumus, tapi menalar dan menyelesaikan persoalan. Belajar bukan untuk dinilai pengajar, tapi dinilai bersama untuk membangun kesadaran. Belajar bukan dinilai oleh besarnya angka, tapi oleh karya yang bermakna.

Dalam penelitian yang dilakukan Kistner dkk, menyatakan bahwa pengajaran merdeka belajar berkaitan dengan capaian murid sekolah menengah sebagaimana pada murid di sekolah dasar.

Dalam penelitian lain menyatakan bahwa capaian akademik peserta program pengembangan guru berhubungan positif dengan penerapan merdeka belajar

Dalam temuan riset juga ditemukan Merdeka Belajar adalah prediktor terbaik untuk memprediksi kinerja guru.

Pentingnya Merdeka Belajar

3. Pengembangan diri Guru Merdeka belajar

Setelah memahami konsep merdeka belajar, diharapkan guru selangkah lebih maju dengan mengembangkan diri sebagai guru yang merdeka belajar. Untuk mengembangkan diri, guru perlu merefleksikan pengalamannya sebagai guru.
 

Beberapa miskonsepsi dalam pengembangan guru:

a. Guru belajar menunggu instruksi sekolah/dinas atau mendapat insentif, seharusnya Guru belajar dari keinginan dari diri sendiri karena merasa butuh belajar 

b. Guru hanya mau belajar dari pakar dan ahli, seharusnya Guru belajar dari siapa saja bahkan dari sesama guru. 

c. Guru hanya belajar "how to" bagaimana cara mengajar, seharusnya Guru juga belajar bagaimana memahami muridnya 

d. Guru berharap belajar bisa instan, seharusnya Guru memahami belajar butuh proses 

e. Guru bisa belajar sendirian, seharusnya Guru butuh komunitas untuk belajar bersama 


Berikut ini adalah contoh guru yang telah menerapkan GMB dalam proses pembelajaran: https://youtu.be/3pp4kDSctaA


Dapat disimpulkan bahwa cita-cita guru akan menentukan pencapaian cita-cita anak dan keseluruhan tujuan pendidikan di lembaga kecil maupun di lingkungan kebangsaan. Guru belajar adalah hal yang tidak mudah diperjuangkan, tetapi secara jangka panjang paling efektif untuk perubahan pendidikan apabila kita percaya kekuatan perubahan yang tidak dipaksakan dari pusat. 


Indonesia sudah mengalami begitu banyak reformasi, begitu sering kurikulum direvisi sampai titik upaya menciptakan sistem yang tidak "membutuhkan" guru. Seolah-olah dokumen yang seragam untuk seluruh negeri, uji kompetensi seumur hidup sekali, serta simplifikasi dan standardisasi lain bisa menjadi solusi. Sebaliknya, pengembangan guru mencapai cita-cita melalui guru belajar justru menguatkan peran guru. 


Kita semua sedang melawan miskonsepsi. Melawan miskonsepsi tentang proses guru belajar. Melawan miskonsepsi tentang kemerdekaan belajar. Pernahkah terpikir dalam benak Anda, guru hanya ingin belajar jika ada insentif? Guru akan belajar jika mendapatkan sertifikat atau uang?  

 

Ya, pola pikir yang demikian harus secepatnya dihilangkan. Kita percaya guru belajar karena kebutuhan alamiah, kesadaran dalam dirinya untuk terus mengembangkan diri. Inilah kemerdekaan belajar yang sesungguhnya, gabungan dari tanggung jawab, otonomi, dan otoritas profesi mulia ini.


4. Kunci Pengembangan Guru. 

Setelah memahami pengembangan diri guru merdeka belajar, guru diharapkan mendalami lebih lanjut terkait poin-poin utama yang menjadi fokus dari pengembangan guru merdeka belajar. Apa kunci utama pengembangan guru merdeka belajar? Bagaimana cara guru belajar mengembangkan diri? Pertanyaan tersebut akan terjawab oleh video di link berikut ini: https://youtu.be/jOdzZ1Dr6uE


Adapun kunci pengembangan guru tersebut adalah: Kemerdekaan, Kompetensi, Kolaborasi, dan Karier.



Empat Kunci Pengembangan Guru


Guru bisa mengevaluasi sejauh mana pengembangan yang sudah dilakukan melalui tabel Penilaian Diri berikut ini:


Tabel Penilaian Diri 4K

Setelah memahami semua materi di atas maka diharapkan guru mengalami perubahan dari hal yang lama menuju hal yang baru dengan menerapkan hal-hal yang baru terkait: Rencana Belajar, Rencana Perubahan Belajar, dan Rencana Pengembangan Diri demi terwujudnya Guru Merdeka Belajar. 

Guru hendaknya melakukan refleksi dan melakukan rencana untuk melakukan perubahan dalam dirinya:

Kanvas Refleksi GMB


Demikianlah materi yang luar biasa yang saya peroleh ketika mengikuti program WIT 2021: Guru Merdeka Belajar. Banyak hal yang saya dapatkan, pengetahuan baru yang mengubah pola pikir dan tentunya  akan mendorong saya untuk melakukan perbaikan kedepannya.

Oh ya, setelah menyelesaikan program GMB saya memperoleh sertifikat dari sekolah.mu yang ditandatangani oleh Ibu Najelaa Shihab (pimpinan karier.mu) dan Ibu Eisabet Indah Susanti (Ketua Kampus Guru Cikal).



Sertifikat penyelesaian progran Guru Merdeka Belajar

Sertifikat di atas telah saya upload ke https://bit.ly/SertifikatGMB supaya bisa mengikuti tahapan selanjutnya dari WIT 2021...

Terimaka kasih WIT 2021 
Terima kasih sekolah.mu
Terima kasih Kampus Guru Cikal

Semoga ilmu yang didapat bisa saya diterapkan dalam kehidupan saya sebagai seorang guru, dan menjadikan saya sebagai Guru yang Merdeka Belajar...

Rabu, 07 Juli 2021

Coming soon... WIT 2021



Wardah Inspiring Teacher (WIT) merupakan sebuah program apresiasi kepada guru-guru inspiratif di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dari PT Paragon Technology and Innovation bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Apresiasi diberikan dalam bentuk rangkaian pelatihan dengan tujuan meningkatkan inovasi dan kompetensi para guru di tanah air. 

Sangat bersyukur menjadi salah satu guru yang diperkenankan untuk mengikuti WIT 2021. Awalnya memang saya kurang tertarik, mungkin karena nama program yang terkesan feminim, Hehehe. Ya, membaca dan mendengar kata "Wardah" yang kepikiran langsung produk kecantikan bagi kaum hawa. Tetapi setelah mempelajari dan mengikuti  perjalanan WIT 2020 semua padangan tersebut langsung berubah. Ternyata program ini terbukan bagi semua guru tanpa memandang gender. 

Saya akrab dengan program WIT ketika Bunda Lilis Sutikno, Guru Inspirasi NTT yang merupakan salah satu peserta WIT 2020 sering menceritakan tentang WIT ketika beliau mengikuti program tersebut, bahkan beliau mengajak saya untuk berkolaborasi dalam menghasilkan karya buku para finalis WIT 2020, saya dipercayakan menjadi editor buku antologi "Memberi Inspirasi untuk Negeri".

Dari tulisan 15 peserta WIT 2020 yang saya baca dan edit tersebutlah saya akhirnya semakin menyadari bahwa WIT merupakan sebuah kegiatan yang sangat bagus dalam memperlengkapi guru-guru dalam memenuhi panggilannya sebagai guru yang menginspirasi di tempat tugas masing-masing.

Buku Antologi Peserta WIT 2020, dimana saya sebagai editornya, 
dengan kata pengantar dari Sekretaris Dirjen GTK Kemendikbud

Bunda Lilis yang merupakan inisiator penulisan buku di atas, beliau jugalah yang mendorong saya dan teman-teman guru lainnya untuk ikut serta di WIT 2021 ini. Beliau menyampaikan kala itu bahwa pendaftaran peserta WIT 2021 diperpanjang sampai 22 Juni 2021. 

Saya pun membulatkan hati untuk mendaftar dengan mengunjungi  websitenya di https://inspiringteacher.wardahbeauty.com/, saya melakukan pendaftaran mandiri dan juga membagikan link https://inspiringteacher.wardahbeauty.com/forms/42542d-rekomendasi-rekomendasi-guru kepada teman-teman dan siswa yang pernah saya ajari supaya mendukung saya melalui pilihan rekomendasi gurumu.

Jalur pendaftaran WIT 2021, melalui rekomendasi dan pedaftaran mandiri 

Dan akhirnya pada Selasa malam saya menerima sebuah pesan yang menyatakan bahwa saya diterima dan diminta untuk mengkorfirmasi kesediaan untuk mengikuti WIT 2021. Demikian isi pesan tersebut:

------------------------------------------------------------------------
[SELAMAT! Bapak/Ibu Terpilih untuk mengikuti Pelatihan Wardah Inspiring Teacher 2021] 

Selamat Siang, Bapak/Ibu Sahat Serasi Naibaho

Semoga Bapak/Ibu berada dalam keadaan sehat. Perkenalkan saya tim dari Wardah Inspiring Teacher. Saat ini Wardah sedang menyelenggarakan program Wardah Inspiring Teacher 2021 dan Ibu/Bapak terpilih menjadi peserta pelatihan Wardah Inspiring Teacher 2021. Bapak/Ibu terpilih karena sudah mendaftarkan diri ataupun direkomendasikan oleh masyarakat.

Wardah Inspiring Teacher merupakan program apresiasi untuk guru dalam bentuk pelatihan daring oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, dimana tema untuk tahun ini adalah 'Blended Learning'. 

Apakah Ibu/Bapak bersedia mengikuti program pelatihan Wardah Inspiring Teacher? Jika bersedia, silahkan balas WA ini dengan format:
Ya - Nama Lengkap - Email aktif - No. HP (aktif dan ada WA)

Ditunggu konfirmasinya hingga hari Rabu, 7 Juli 2021, pukul 21.00 WIB

Terimakasih, 
Salam Hangat tim WIT 2021
------------------------------------------------------------------------

Setelah mengkonfirmasi kesediaan mengikuti WIT 2021 dengan membalas pesan tersebut, saya langsung diarahkan untuk bergabung di grup telegram WIT 2021, yang mana sampai saat saya menulis tulisan ini ada 1587 peserta yakni guru dari berbagai penjuru tanah air yang tergabung di grup tersebut.

         Grup Telegram Peserta WIT 2021

Saya sangat senang bisa diterima di tahap pertama program WIT 2021 ini. Saya mengucapkan terima kasih buat dukungan dari Bapak/Ibu, para sahabat juga siswa-siswa yang merekomendasikan saya. 

Harapan saya, semoga setiap tahapan bisa saya ikuti dengan baik dan program ini berdampak untuk menjadikan saya menjadi guru yang lebih menginspirasi... Semangat...

Postingan Terbaru

Janji kepada Ilahi

Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini