Rabu, 05 Mei 2021

Jangan dustai Nuranimu...


Jangan dustai Nuranimu

Perjalanan hidup memerlukan suatu pedoman
Ya, pedoman yang menjadi patokan dalam melangkah
Karena itulah dasar untuk menentukan pilihan
Yang sangat mendasar ketika menentukan arah

Hiruk pikuk dan suara bising di sekeliling 
Kadang mengaburkan suara hati yang murni
Suara-suara penuh rayuan yang selalu terngiang
Menimbulkan kebimbangan di dalam hati

Memang perlu pertimbangan matang
Dalam menentukan suatu keputusan
Jangan salahkan nasib yang malang 
Ketika asal dalam menentukan pilihan

Ketenangan dan kekhusyukan hati
Sangat diperlukan untuk mengambil langkah pasti
Karena hati tidak akan pernah mengingkari
Tindakan yang tulus yang penuh arti

Jangan dustai nuranimu
Ikuti kata hatimu
Itulah jalan terbaik untukmu
Yang akan memberikan kebahagiaan bagimu

                                                               Rantauprapat, 5 Mei 2021

Jumat, 30 April 2021

Hentikan membentak anak...

(Sumber gambar: kumparan.com)

Sebagai orang tua, tugas dan tanggung jawab dalam mengasuh dan mendidik anak cukuplah berat. Ada berbagai cara yang dilakukan dalam mengajar dan mendidik anak. Semua itu dilakukan dengan harapan yang sama, yakni merindukan kelak anak akan menjadi orang yang berhasil dan bisa menjadi kebanggaan bagi orang tuanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran orang tua dalam mendidik anak bukanlah tugas yang sederhana. Diperlukan kesabaran dan keikhlasan, walaupun sering kali kita tidak sadar melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan kepada anak. Ya, salah satunya adalah membentak anak. Hal itu mungkin pernah bahkan mungkin sering kita lakukan.

Kita harus sadar bahwa tindakan membentak anak adalah hal yang harus dihindari, khususnya bagi anak yang berusia 7 tahun ke bawah. Mengapa? karena pada masa tersebut adalah tahapan penting proses perkembangan otak pada manusia. Bentakan yang diterima anak akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologis dan perkembangan pada otaknya, bahkan dikatakan bahwa bentakan-bentakan yang diterima bisa merusak sel-sel otak pada anak.

Adapun dampak dari bentakan yang sering diterima akan sangat mempengaruhi sikap dan psikologisnya. Anak akan menjadi orang yang minder dan takut mencoba hal-hal yang baru, menjadi pribadi yang peragu, memiliki sifat pemarah, egois dan penantang, keras kepala dan tidak mau menerima nasehat orang lain, menjadi pribadi yang tertutup, menjadi orang yang apatis, dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Perlu kita ketahui bahwa sel otak akan berkembang sesuai dengan stimulus yang sampai ke otak. Oleh karena itu seharusnyalah kita memberi stimulus yang bisa mendukung perkembangan otak secara maksimal. Bagaimana caranya? Caranya dengan sebisa mungkin mendidik anak dengan melakukan pendekatan emosional dengan penuh kehangatan dan menghindari bentakan kepada anak.

Mendidik anak memang tidak semudah mengatakannya, tetapi kita harus berusaha karena anak adalah aset yang sangat berharga bagi kita. Ketika tindakan anak belum sesuai dengan yang kita harapkan, berusahalah menahan diri dan janganlah membentaknya. Berusahalah mendidik dan mengajarinya dengan penuh kasih sayang dan masuklah ke dalam dunianya dengan penuh keceriaan, karena hal itulah yang akan mendorongnya menjadi pribadi yang berkembang secara sempurna.

Selasa, 30 Maret 2021

HP banyak "setannya"

"Handphone itu banyak setannya" Itulah yang sering terucap akhir-akhir ini di rumah kami, baik oleh si abang, kakak dan dari kami orangtua mereka. Saya tidak ingat persis, kapan kalimat itu pertama kali terdengar dan apa yang melatarbelakanginya, tetapi setidaknya kalimat itu bisa mengingatkan kami untuk menjaga diri agar tidak dikuasai oleh gadget (gawai) yang bisa membawa dampak yang sangat berbahaya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas yang kita lakukan setiap hari tidak terlepas dari si "alat canggih" yang kita sebut juga smartphone (ponsel cerdas) tersebut. Sedikit-sedikit buka gadget, baca dan balas pesan buka gadget, mau belajar dari gadget, membaca berita ada di gadget, menonton juga bisa dari gadget, bermain game di gadget dan bertelepon ria dengan sanak saudara melalui video call juga dari gadget, dan berbagai aplikasi sosmed juga ada di dalam gadget.

Begitu luar biasanya gadget yang notabene adalah benda mati, bisa mengatur dan "menguasai" kita makhluk yang diberi akal dan kepintaran. Mulai dari anak yang masih bayi sampai orang yang sudah lanjut usia tidak ada yang terlepas dari sergapannya. Yang luar biasanya, setiap anggota keluarga saat ini hampir semuanya sudah memiliki masing-masing gadget pribadi dan banyak menghabiska waktu bersamanya.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap kemajuan teknologi selalu menawarkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Satu sisi akan memberikan dampak positif ketika bisa menggunakan alat hasil teknologi sesuai dengan fungsinya untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan, tetapi di sisi lain ada dampak negatif yang siap-saip untuk menerkam ketika kita lengah bahkan "tunduk" kepada alat tersebut.

Kembali lagi kepada kalimat "HP banyak setannya". Setidaknya kalimat itu bisa menjadi pengingat di rumah kami untuk selalu berjaga-jaga dan berusaha untuk bisa mengendalikan diri untuk tidak berlama-lama bersentuhan dengannya. Karena bila lengah maka si "setan" yang ada di gadget akan segera menelan korban dan membuat kita tidak berdaya.

Cerita akan dampak negatif dari gadget sudah sering dan bahkan sangat sering kita dengar. Ada anak-anak yang sakit bahkan sampai koma karena terlalu sering menggunakan HP, ada yang matanya buta karena radiasi cahaya yang ditimbulkan, belum lagi kerusakan mental para remaja yang dikuasai oleh game online bahkan moral anak yang rusak karena terlalu bebas menjelajah berbagai konten yang tidak seharusnya mereka lihat. 

Dampak lainnnya, gadget juga bisa mengakibatkan kerenggangan hubungan antar anggota keluarga karenanya kurangnya waktu saling bercengkerama. Hal ini disebabkan setiap orang sibuk akan gadget masing-masing sehingga mengabaikan orang disekelilingnya. Sehingga muncullah kalimat "yang jauh semakin dekat, tetapi yang dekat semakin jauh".

Memang benarlah "HP banyak setannya", oleh karenanya mari kita jaga diri dan segenap keluarga yang kita cintai. Menggunakan gadget dengan wajar sesuai kebutuhan, dengan membatasai diri dan mengawasi anak-anak supaya tidak terlena akan berbagai kesenangan semu yang ditawarkannya.

Senin, 29 Maret 2021

ILMU FISIKA (MODERN)

(Dokumentasi pada saat penulis melakukan penelitian Tugas Akhir untuk Skripsi)

Ketika melihat buku Fisika Modern ditampilkan di beberapa media, seketika itu juga teringat akan mata kuliah "Fisika Modern" ketika bergelut dengan ilmu Fisika. Semasa kuliah dulu, tepatnya 18 tahun yang lalu. 

Buku bercover warna biru tersebut merupakan salah satu buku yang wajib kami miliki ketika itu, buku yang memuat ilmu fisika yang memperlajari tentang perilaku materi dan energi pada skala atomik dan subatomik, dan partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

Ilmu fisika modern dikembangkan pada awal abad 20 sebagai jawaban atas berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijelaskan dalam ilmu fisika klasik terkait dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada materi yang sangat kecil. Fisika modern diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa energi tidak lagi bersifat kontinu namun bersifat diskrit, yang memuncukan istilah Fisika kuantum dan ditemukannya konsep dualisme partikel-gelombang.

Yang pasti, saat ini ilmu fisika modern telah memberikan berbagai manfaat yang telah diterapkan dalam kehidupan manusia, seperti laser yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan (pemeriksaan lensa mata), sebagai alat pengkode (barcode), alat pemotong baja dan sebagai sumber cahaya pada mikroskop. 

Fisika modern juga melahirkan teori relativitas Einstein yang menjadi dasar teknologi nuklir. Adapun energi nuklir memiliki efisiensi yang sangat baik dibanding sumber energi lainnya, dengan catatan harus dapat dikelola dengan baik. 

Ilmu pengetahuan akan terus berkembang, khususnya ilmu fisika yang merupakan salah satu disiplin ilmu tertua yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan peradaban di dunia ini. Tentunya dengan satu harapan, kemajuan ilmu pengetahuan hendaknya dibarengi dengan tanggung jawab secara moral bahwa ilmu pengetahuan bertujuan untuk semakin mensejahterakan umat manusia, bukan sebaliknya. 

Postingan Terbaru

Janji kepada Ilahi

Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini