Jumat, 19 Juni 2020

Cara Mendaftar PPDB Sumut 2020 Jenjang Pendidikan SMA Melalui Jalur Zonasi

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sumut 2020  untuk tingkatan SMA melalui jalur zonasi dimulai tanggal 19 s/d 27 Juni 2020.


Bagi bapak/ibu atau adek-adek  yang ingin mendaftarkan diri ke SMA melalui jalur zonasi, berikut saya uraikan cara mendaftarnya, tidak terlalu rumit karena tidak perlu melampirkan nilai semester, hanya perlu foto Kartu Keluarga disebabkan yang menjadi pertimbangan diterima atau tidak adalah jarak dari sekolah ke tempat tinggal calon peserta didik.

Adapun yang perlu anda diketahui  adalah pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui HP/smartphone, dan ketika mendaftar posisi pendaftar harus berada di alamat sesuai dengan Kartu Keluarga (KK), dan jangan lupa menghidupkan GPS (Global Positioning System) pada smartphone yang akan digunakan. 

Ikuti langkah berikut ini :
1. Buka web ppbd sumut 2020 atau klik link berikut ini : https://ppdb.disdik.sumutprov.go.id/web/index.php?r=site%2Findex

2. Pilih download app :

2. Instal Aplikasi PPDB Sumut dengan memilih Oke, ikuti tahap berikut sampai aplikasi terpasang di smartphone.
3. Setelah itu masuk ke aplikasi PPDB sumut 2020 yang sudah terinstal di 
smartphone
4. Pilih Registrasi Akun, kemudian pilih kabupaten dimana sekolah yang akan didaftarkan berada
5. Setelah itu masukkan no HP dan password kemudian ketik ulang lagi password. (No.HP dan Password harap dicatat karena akan digunakanpada saat login pendaftaran),  kemudian pilih proses
6. Kemudiaan muncul tampilan untuk login, masukkan no.HP dan Password yang digunakan pada saat registrasi akun. Kemudian pilih login

7. Bila muncul tampilan dibawah ini, pilih resgistrasi peserta, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon peserta didik, kemudian pilih cari data dan kemudian preview.

8. Lihat data yang ditampilkan, apabila sudah sesuai dengan data pendaftar, pilih foto Kartu Keluarga kemudian fotolah KK Asli. (Apabila Foto KK sudah ada di galeri, pilih galeri untuk menemukan foto KK) 
9.Kemudian pilih Jenjang Pendidikan yang akan dipilih, pilih jalur pendaftaran zonasi, kemudian pilih nama sekolah tempat siswa akan mendaftar.

10. Setelah menemukan dan memilih sekolah yang dituju, saatnya menentukan posisi pendaftar, apabila lokasi pendaftar sudah sesuai dengan yang ada di peta/gambar, pilih tombol berikutnya
11. Ceklist (centang) pada Data ini saya isi dengan sebenarnya...... Kemudian peserta menanda tangani kolom yang tersedia dengan menggunakan  jari tangan.
12. Pendaftaran telah selesai, untuk mendownload bukti formulir pendaftaran pilih cetak. Download file sampai 100%
Simpan file berbentuk Pdf tersebut sebagai bukti anda telah melakukan pendaftaran.

Tunggu Pengumuman tanggal 29 Juni 2020.

Demikianlah langkah-langkah pendaftaran PPBD Sumut 2020 pendidikan SMA melalui jalur tempat tinggal / zonasi.

Semoga berhasil diterima disekolah yang dituju...  Terimakasih...

Selasa, 16 Juni 2020

Resume Belajar Menulis Online Bersama Pak Brian

Pertemuan 3 

Hari             : Senin, 15 Juni 2020
Waktu          : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri      : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd
Topik            : Guru menulis dan menerbitkan buku



Hari ini merupakan pertemuan ketiga belajar menulis online yang diselenggarakan oleh om Jay. Narasumber pada malam hari ini adalah Bapak Raimundus Brian Prasetyawan S.Pd yang akrab disapa pak Brian, beliau merupakan seorang guru SD di Bekasi yang sudah aktif menulis blog sejak tahun 2009 . Beliau juga seorang penulis yang tulisannya sudah banyak dimuat di media cetak bahkan sudah menulis beberapa buku.  Seperti biasa moderator kuliah pada malam ini adalah ibu Fatimah dari Aceh.

Diawal penyampaian materi, pak Brian menyampaikan bahwa beliau merupakan peserta group menulis yang dilaksanakan oleh om Jay. Di group tersebut beliau tergerak untuk membantu peserta lainnya yang kesulitan dalam membuat/menggunakan blog yang didasari ingin memiliki banyak teman-teman guru yang menjadi blogger, karena selama ini beliau merasa sendirian menjadi guru blogger.

Pak Brian menceritakan bagaimana mulanya beliau bisa menjadi seorang blogger. Berawal dari pertengahan tahun 2009, beliau diajak temannya untuk membuat blog dan diperkenalkan dengan blogspot, yang awalnya beliau tidak tahu apa gunanya blog. Seiring berjalannya waktu akhirnya beliau paham walaupun masih bingung apa yang mau diposting di blog, dan yang akhirnya beliau lakukan adalah dengan menulis ulang artikel-artikel unik yang terdapat pada koran/tabloid.

Satu kata kunci yang beliau sampaikan mengapa tetap mau ngeblog adalah motivasi, karena tanpa adanya motivasi hal apapun tidak akan bisa terlaksana. Ditengah-tengah tren vlog dan youtuber saat ini, banyak orang meninggalkan blog. Tetapi dengan adanya motivasi dan memiliki target dalam menulis di blog maka konsistensi kita akan tetap terjaga ditambah dengan adanya group menulis yang memotivasi kita untuk tetap menulis.

Beliau juga menyampaikan bahwa blogger jangan terjebak dalam motivasi yang berorientasi pada hasil, misalnya penghasilan dari iklan yang di dapat. Karena apabila hasil itu tidak tercapai maka kita akan segera meninggalkan blog. Tetapi yang menjadi motivasi dalam ngeblog adalah mengasah kemampuan menulis sehingga suatu saat kelak dapat menerbitkan buku.

Dalam hal menentukan ide tulisan, Pak Brian menyampaikan bahwa sering sekali ide tulisan menjadi penghambat dalam aktivitas menulis kita, kadang kita sudah di depan laptop dan sudah siap untuk menulis  tetapi bingung mau menulis apa. Beliau menekankan tidak perlu menunggu ide/kejadian hebat baru kita tuangkan di dalam tulisan, tetapi yang paling mudah adalah menuliskan pengalaman/aktivitas kita sehari-hari di rumah atau di tempat kerja, apalagi sebagai seorang guru pasti memiliki banyak cerita yang bisa dituliskan.

Dari pengalaman ngeblog, beliau sudah menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Blog untuk guru era 4.0" yang berisikan bagaimana cara membuat dan mengelola blog di blogger dan secara khusus memotivasi guru untuk memanfaatkan blog dalam mendukung pembelajaran di era 4.0 saai ini.



Buku kedua yang beliau terbitkan adalah "Aksi Literasi Guru Masa Kini" yang berisikan kumpulan artikel dari blog praszettyawan.com dan tulisan beliau yang ada di blog gurusiana yang sesuai dengan tema literasi, ditambah dengan tulisan-tulisan baru yang belum pernah diposting diblog.

Buku ketiga beliau akan segera terbit yang berjudul " Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari" yang berisi tentang best practice, aktivitas di sekolah  dan opini pendidikan. Tulisan-tulisan tersebut dibuat kaetika mengikuti program tantangan menulis setiap hari yang diadakan oleh gurusiana. Selain 3 buku diatas beliau juga sudah menerbitkan sebuah buku antologi cerita mini bersama siswa yang bertemakan hobi. 


Diakhir pemaparannya pak Brian menyampaikan ketika kita ingin membukukan tulisan yang ada di blog, sebaiknya blog memiliki niche (istilah yang merujuk pada tema khusus yang digunakan pada seluruh postingan di blog). Contoh niche blog : pendidikan, kesehatan, buku, otomotif, fashion, kuliner, traveling dan lain sebagainya. Bila blog dengan niche pendidikan maka semua tulisannya tentang pendidikan. Sehingga ketika kita akan membukukan tulisan dengan tema pendidikan maka tinggal mengambil tulisan dari blog memiliki niche pendidikan.

Dari hasil pembelajaran bersama pak Brian malam ini, saya mendapat banyak hal, khususnya diingatkan kembali soal konsistensi menulis setiap hari di blog. Karena dengan menulis setiap hari akan semakin melatih kita untuk mampu menghasilkan tulisan yang baik. Dan akhirnya nanti tulisan-tulisan tersebut bisa menjadi sebuah karya dalam bentuk buku. 
Semoga ini menjadi motivasi bagi saya dan kita semua untuk tetap konsisten dan tetap semangat dalam menulis.






 

    




 





 
  


Senin, 15 Juni 2020

Resume Kuliah Online, Pertemuan Kedua (Gelombang 1)

Kisah Guru Ngeblog di WORDPRESS

Pertemuan 2 : Jumat, 12 Juni 2020
Waktu           : Pukul 19.00 – 22.00 WIB
Pemateri      : Bambang Purwanto, S.Kom.,Gr.
                       (Mr. Bams)
Topik            : Kisah Guru Ngeblog 
                      di WORDPRESS


Dengan penuh semangat saya mempersiapkan diri untuk mengikuti sesi kuliah online pertemuan kedua "belajar menulis online" yang dilaksanakan oleh om jay. Kali ini yang menjadi narasumbernya adalah Bapak Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.  atau akrab disapa dengan Mr.Bams dengan moderator Ibu Fatimah yang juga moderator pada pertemuan sebelumnya.

Narasumber pada pertemuan ini adalah aktifis blog yang juga sebagai seorang guru TIK di SMP Taruna Bakti dan juga seorang pendongeng. Sudah banyak penghargaan dan prestasi yang diperoleh Mr. Bams dibidang pendidikan dan sosial budaya, salah satunya adalah karena keaktifan beliau sebagai pengelola taman bacaan di TBM AS Lebakwangi, Bandung.

Sejak 2008 beliau sudah mulai membuat blog dan akhirnya sekarang menjadi seorang blogger yang terkenal. Pada awalnya motivasi beliau membuat blog karena malu sebagai guru TIK dan sebagai pegiat literasi tidak punya blog, mau berbagi pengalaman, ingin menyimpan tulisan sepanjang zaman dan menambah penghasilan. 

Adapun saran beliau tentang isi blog adalah : pertama, mengisi blog dengan hal-hal yang kita sukai, apabila kita senang cerpen, maka tulislah cerpen, kalau suka buat puisi maka tulislah puisi atau tulislah tulisan-tulisan yang lain yang kita senangi. Kemudian yang kedua, mengisi blog dengan irformasi atau pengetahuan yang dapat membantu orang lain, seperti yang dilakukannya dalam pelatihan menulis online ini, Mr. Bams membantu om Jay dalam membuat daftar hadir peserta pelatihan di dalam blog.

Mr. Bams juga sudah melakukan pelatihan membuat blog di Wordpress secara online, sehingga pengetahuan yang beliau miliki dapat membantu orang lain untuk mampu membuat dan mengelola blog. Dalam hal menghasilkan karya, beliau sudah menulis buku "Kisah guru Ngeblog di Wordpress" dibawah ini :


Sungguh luar biasa motivasi yang beliau katakan "lakukankah apa yang mau dan bisa kita lakukan, karena banyak orang yang bisa tapi kadang tidak mau melakukannya, dengan bermodal kemauan maka kita menjadi bisa". Diakhir pemaparan materi beliau juga mengatakan "Kita bukan menjadi orang hebat, akan tetapi semoga kita menjadi orang yang bermanfaat kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun".

Semoga motivasi dan inspirasi dari Bapak Bambang Purwanto mendorong saya dan kita semua untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk menggali potensi yang ada di dalam diri kita seperti yang sudah beliau lakukan : sebagai guru, blogger, pegiat literasi, pendongeng dan  juga sebagai penulis buku. Sehingga semua kemampuan yang kita miliki bisa menjadi suatu karya yang berguna bagi orang lain.





 


Rabu, 10 Juni 2020

Resume Group Menulis Online, Pertemuan 1 (Gelombang 1)

Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku

Pertemuan 1     : Rabu, 10 Juni 2020
Waktu               : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri           : Bpk Agung Pardini
Topik                 : Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku 


Pelatihan belajar menulis online melalui WA group yang diselenggarakan oleh bapak Wijaya kusumah yang akrab dipanggil om Jay pada gelombang1 , dilaksanakan pada hari rabu tanggal 10 Juni 2020 mulai pukul 19.00 sampai dengan 21.00 WIB. 

Pemateri pada pertemuan ini adalah Bapak Agung Pardini seorang guru yang sudah berpengalaman di bidang pendidikan khususnya literasi dan penulisan buku dan menjabat sebagai Master Teacher Sekolah Guru Indonesia (SGI) juga terlibat di lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa yang mendorong guru-guru yang mengabdi di daerah-daerah pelosok untuk menulis dan berkarya, serta menyalurkan buku-buku yang mereka tulis ke berbagai pelosok nusantara dengan membagikannya secara gratis. Adapun moderator pada pertemuan ini adalah Ibu Fatimah dari Aceh. 

Pada pertemuan perdana ini, pemateri menyampaikan ada perbagai persoalan yang dihadapi pada saat membina guru-guru seperti gaya bahasa yang berbeda di setiap daerah, penguasan IT yang masih kurang karena banyak yang belum mengenal Ms Office, listrik yang dibeberapa wilayah hanya menyala di malam hari, dan ejaan yang belum disempurnakan dibeberapa daerah.

Adapun output yang dihasilkan oleh guru-guru yang didampingi tidak harus buku, bisa berbentuk PTK, jurnal, media pembelajaran, puisi dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh buku-buku yang mereka tulis :





Pemateri menyampaikan bahwa hampir semua buku yang diterbitkan adalah hasil dari menulis secara kolektif atau bersama-sama, adapun cara mengajarkan guru-guru menulis dilakukan dengan cara yang unik, yaitu dengan menulis "Jurnal Perjalanan Guru" yang dibuat oleh setiap guru yang dibina SGI. 

Setiap malam guru tersebut harus menuliskan pengalaman yang mereka alami di siang hari dengan berbagai model penulisan, ada yang curhat, sampai pada teori kependidikan dan kepemimpinan. Pada pagi harinya jurnal tersebut akan dikumpul  untuk diapresiasi dan ditanggapi. Dengan kebiasaan menulis jurnal harian, maka guru binaan menjadi terlatih untuk menulis.

Setelah pemaparan, pada sesi tanya jawab, pemateri kembali menekankan bahwa guru wajib harus bisa untuk menulis karena dengan menulis guru akan meningkatkan kapasitas, kompetensi dan rasa percaya diri.  Selain dalam bentuk buku, guru bisa menghasilkan tulisan dalam bentuk PTK, Jurnal penelitian, cerpen, puisi, modul, LKS atau Bank Soal .

Dari pertemuan pertama ini saya sangat dimotivasi untuk bisa menulis, dan untuk bisa menulis ada empat hal yang perlu kita lakukan dan biasakan. 

Pertama ketika belajar merangkai kata dalam bentuk tulisan diperlukan kesabaran. Jangan mudah putus asa, ketika kita belum bisa menulis seperti yang kita harapkan, apalagi ketika kita mulai membanding-bandingkan kemampuan kita yang belum mampu untuk menulis dengan orang lain yang sepertinya sudah sangat baik dan lancar dalam menulis. Percaya bahwa sesuatu yang dilakukan dengan penuh kesabaran akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Kedua, supaya kita mampu dalam menulis kita harus banyak membaca, karena dengan banyak membaca menolong kita untuk mempunyai banyak bahan yang bisa dituangkan di dalam bentuk tulisan. Banyak membaca menambah wawasan dan pengetahuan kita yang akan menolong kita untuk semakin lancar dalam menulis, dan akan lebih bagus lagi kalau kita sering mengikuti kegiatan bedah buku.

Ketiga, mulailah menulis dengan apa yang sering kita pikirkan, kita lakukan, dan yang sering kita katakan. Apa yang kita alami dan rasakan bisa langsung kita tuliskan, tanpa harus mencari-cari topik atau materi yang mau dituliskan, misalnya ketika kita tidak tahu apa yang akan kita tuliskanpun, itu bisa menjadi suatu bahan yang kita tuangkan dalam bentuk tulisan. 

Keempat, untuk semakin memantapkan kita dalam menulis diperlukan tempat diskusi untuk saling belajar berupa komunitas menulis. Dengan adanya komunitas kita bisa saling memberi masukan, mengoreksi dan saling melengkapi, karena setiap orang memiliki kelebihan masing-masing yang bila saling bekerjasama dapat semakin memantapkan tulisan yang dibuat. 

Dengan terus belajar menulis akan menolong kita semakin tajam dalam berpikir, dan meningkatkan kompetensi sebagai guru. Semakin banyak menulis akan berguna bagi kita dan juga orang lain, bagi kita akan menolong  kita untuk mampu menuangkan apa yang kita pikirkan ke dalam bentuk tulisan, bagi orang lain yang membacanya bisa mendapat pengetahuan yang baru dari yang kita sudah tuliskan. 

Seperti kata pepatah : Maka menulislah, maka engkau "ada". 
Mudahan-mudahan apa yang didapat hari ini, bisa memotivasi untuk terus menulis, khususnya bagi saya sebagai seorang guru karena pada dasarnya seorang guru meliliki kewajiban harus bisa menulis.

Semangat.

Postingan Terbaru

Janji kepada Ilahi

Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini