Sabtu, 21 November 2020

Akhirnya,,, Naik Golongan Juga....


Hari ini akhirnya penantian akan kenaikan golongan terjawab sudah. Perjalanan kenaikan golongan PNS bagi kami lulusan CPNS 2014 sangat rumit. Mulai dari lamanya mengikuti prajabatan sampai kenaikan golongan, bisa dibayangkan betapa lelahnya menunggu, kami sudah mengabdi di tempat tugas masing-masing mulai Oktober 2014 (dengan TMT CPNS 1 Februari 2014), tetapi baru dipanggil untuk prajabatan akhir tahun 2016, jadi 2 tahun kami berstatus CPNS. Dan akhirnya sah menjadi PNS 01 April 2017.

Pertengahan tahun 2018 ada angin segar bagi kami, pihak dinas meminta supaya mengumpulkan berkas dengan iming-iming akan bisa naik golongan ke IIIb pada April 2019. Dengan semangat, segera kami mengumpulkan semua berkas tersebut tetapi kenyataanya Nihil. 

Sekitar akhir tahun 2019, kembali ada instruksi untuk mengumpulkan berkas, Katanya bisa naik golongan bulan April 2020. Kami semua dengan segera kembali mengumpulkan dan melengkapi berkas apa yang diminta. Dengan harapan impian menjadi golongan IIIb terwujud, tetapi kenyataannya sama saja, dengan alasan angka kredit, tahun prajabatan dan entah apa alasan lainnya. 

Terlalu sering diberi janji-janji akhirnya pasrah dan menunggu saja. Syukurlah hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Hari ini kami semua resmi sudah menjadi PNS bergolongan IIIb dan tinggal menunggu penerbitan SK pada beberapa minggu ke depan. 

Terima kasih buat pihak dinas dan BKD yang pasti sudah berjerih lelah untuk mengurus dan mewujudkan mimpi kami selama ini. Mudah-mudahan untuk proses kenaikan golongan yang akan datang tidak ada lagi halangan dan tidak ada lagi kegalauan seperti waktu proses kenaikan pangkat sebelumnya...

Keluarga, Harta Yang Paling Berharga

Keluarga merupakan kelompok terkecil yang ada di dalam masyarakat. Terdiri dari orang tua dan anak-anak yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk bersatu di dalam sebuah kelompok kecil, yang setiap harinya hidup bersama-sama dalam menghadapi kenyataan yang ada, baik di saat suka maupun duka.

Sungguh sangat miris apabila ada berita yang  mengabarkan sebuah keluarga yang berantakan (broken home), sangat disayangkan itu terjadi, karena betapa sia-sianya waktu yang dilalui hidup bersama tetapi tidak dapat memberikan kebahagiaan justru menghasilkan penderitaan.

Bersyukur buat setiap insan yang diizinkan bersama kita. Ya, hanya itu yang bisa kita panjatkan. Sebagai seorang suami, bersyukurlah ada seorang wanita yang mau hidup dengan kita bahkan melayani dan mengasihi dengan segala kekurangan yang ada pada diri kita, sebagai seorang istri, bersyukur buat seorang lelaki yang mau mempertaruhkan hidup untuk mendukung dan menjaga kita. 

Demikian juga seorang orang tua baik sebagai bapak atau ibu, sudah seharusnyalah kita bersyukur buat anugerah dan kepercayaan yang diberikan atas anak, putera yang tampan atau puteri yang cantik yang hadir untuk melengkapi kebahagiaan di tengah-tengah keluarga kecil yang ada. Juga anak haruslah mensyukuri betapa baiknya orang tua dengan segala kerja keras dan pengorbanan yang telah di pertaruhkan untuk memperjuangkan hidup anak-anaknya. Kita ada dan bisa menjadi seperti saat ini, karena peran dari orang tua kita.

Bebarapa hari yang lalu, saya terbangun dari tidur, segera melihat sekelilingku, kulihat istri dan anak-anak ku yang dengan tenang menikmati tidur mereka masing-masing,  aku pun hanya bisa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan ketika melihat wajah manis mereka satu persatu. Istriku yang cantik dan anak-anakku yang begitu polos dan lucu, orang-orang luar biasa yang tidak pernah terpikirkan olehku untuk hidup bersama-sama dengan mereka.

Hal yang juga sangat diperlukan di dalam keluarga adalah komunikasi dan keterbukaan. Dengan adanya komunikasi yang baik, sebuah keluarga akan solid dan saling mendukung, saling mengasihi dan bekerja sama. Kalau bukan dari keluarga, dari siapa lagi kita akan mendapatkan dukungan dalam menghadapi tantangan yang ada? kalau bukan dari suami, dari mana istri mendapatkan kebahagiaan, demikian juga suami sudah seharusnya mendapatkan ketenangan bersama istrinya. Orang tualah juga yang seharusnya menjadi teladan dan motivator utama bagi anak-anaknya, anak-anak haruslah menjadi sumber kebahagiaan yang tak terhingga bagi para orang tua, semuanya bisa berjalan dengan adanya kedekatan batin yang dimulai dari komunikasi yang baik.

Di dalam kesibukan yang ada, ingatlah selalu keluarga yang ada, jangan pernah abaikan mereka, karena semuanya membutuhkan kasih sayang, membutuhkan perhatian dan ingin dicintai. Kesuksesan atau keberhasilan apapun yang dicapai setiap anggota keluarga hendaknya semakin membuat semua anggota keluaga lainnya merasakan sukacitanya.

Lihatlah orang-orang yang ada bersamamu saat ini. Pandangilah mereka satu persatu, sayangilah mereka, berusahalah memberikan pengorbanan yang terbaik bagi setiap mereka, sehingga sukacita dan rasa bahagia akan tetap hadir di tengah-tengah keluarga keceil kita.

Jumat, 20 November 2020

SENANTIASA BERSYUKUR DAN TERUS BELAJAR


Hidup adalah suatu Misteri dan semuanya yang terjadi ada dalam kuasa Ilahi. Kita hanyalah ciptaan-Nya yang harusnya terus belajar untuk menjalani masa yang ada, senantiasa berusaha melangkah dalam hidup yang bermakna. Bermakna dalam artian menikmati hidup yang sesaat ini dengan rasa syukur dan menggunakan waktu yang ada untuk melakukan hal-hal yang positip, tentunya juga menggunakan kesempatan yang ada untuk terus belajar dan menjadi orang yang berguna bagi sesama.

Hiduplah seolah-olah Anda mati besok, kalimat pertama dari kata bijak Mahatma Gandhi diatas perlu kita renungkan secara mendalam. Ya, memang kita tidak tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini, hanya Tuhanlah yang tahu pasti, tetapi hal tersebut akan kita alami sebagai makhluk yang fana. 

Pertanyaan bagi kita, apabila kita tahu esok pagi kita akan meninggal dunia. Apa yang akan kita lakukan hari ini? Pastilah kita menggunakan sisa waktu yang ada untuk melakukan hal-hal yang betul-betul sangat berguna dan bermanfaat. Kita akan memanfaatkan waktu yang ada untuk menikmati kebahagiaan bersama orang-orang yang kita sayangi. 

Tidak akan ada lagi celah yang tersisa di hati kita untuk berbuat hal-hal yang tidak baik. Tidak akan menggunakan sisa waktu yang kita miliki hanya untuk mengingat-ingat kesalahan atau menjelek-jelekkan orang lain, sebaliknya kita akan berusaha berbuat baik kepada setiap orang yang kita jumpai. Kita akan sangat menghargai setiap menit bahkan setiap detik sisa waktu yang ada untuk hal-hal positip. Lalu apakah ada jaminan bagi kita untuk tetap hidup sampai besok? 

Oleh karena itulah, pesan yang disampakan kepada kita supaya menggunakan setiap waktu yang ada seperti seolah-olah kita akan mati besok. Ketika kita sudah melakukannya, yakinlah hidup kita akan penuh dengan rasa syukur dan melakukan perbuatan-perbuatan baik kepada sekeliling kita dan itu akan memberikan kebahagiaan di dalam hati.

Belajarlah seolah-olah Anda hidup selamanya. Kalimat ini mengajak kita untuk terus giat belajar karena belajar tidak mengenal usia, pendidikan, status, profesi, dan lain-lain. Yang pertama bagaimana kita harus terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, belajar menahan diri dan belajar dari orang-orang dan alam di sekeliling kita. Belajar untuk semakin mengenal dan memahami betapa luar biasa kayanya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa melalui ilmu sains, ilmu sosial, seni, budaya dan ilmu pengetahuan lainnya. 

Belajar untuk menggali potensi diri juga sangat perlu, sehingga kita akan menjadi manusia yang lebih berkualitas lagi dari hari sebelumnya, belajar dan terus belajar. Karena begitu luasnya jagat raya ini untuk kita pelajari, itulah yang mau diingatkan kepada kita bahwa kita harus terus belajar dengan menganggap kita akan hidup selama-lamanya. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, karena kehidupan ini tidak akan pernah terlepas dari proses belajar.

Hidup hanya sementara, mari syukuri dan lakukan hal-hal yang benar-benar berguna bagi kita dan sesama. Walaupun hidup adalah sementara, tidak menjadi alasan bagi kita untuk berhenti Belajar, tetapi justru memacu kita untuk terus belajar sampai akhirnya kita akan menyelesaikan kehidupan di dalam hidup yang bermakna.

Kamis, 19 November 2020

Cerita Guru Desa: Air Meluap, Mengajar Terhambat

Pagi yang sejuk membuat semangat agak surut, ingin melanjutkan tidur karena masih mengantuk. Tetapi itu tidak boleh menjadi alasan untuk segera beranjak dan bergerak. Segera bangkit dan berkemas, mempersiapkan diri untuk segera berangkat ke tempat tugas untuk menunaikan tanggung jawab sampai tuntas.

Cuaca dingin pagi ini membuatku terlambat bangun, dengan segera kulaju sepeda motorku menuju sekolah yang berjarak 34 km dari rumah dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Aku membeli 3 bungkus roti di warung pinggir jalan pada saat mengisi minyak sepeda motorku, cukup untuk sekedar mengganjal perut, pikirku.

Kulewati jalan demi jalan yang sudah biasa kulalui, penuh dengan pohon sawit di kiri kanan sisi jalan. Ya, tidak terasa 6 tahun sudah aku bolak-balik di jalan ini sejak ditempatkan di Sekolah tempatku mengabdi mulai bulan Oktober 2014 yang lalu. Aku bersyukur dengan setiap apapun yang kujalani selama menjadi abdi negara di daerah ini. Walaupun termasuk daerah terpencil tetapi hatiku tidak pernah sedikitpun kerdil untuk mengajar disana, justru hal itu merupakan suatu tantangan bagiku untuk berkarya di sebuah Desa yang jauh dari kota.

Cuaca yang agak mendung tak meruntuhkan semangatku untuk menuju sekolah, sambil membayangkan akan berjumpa dengan anak-anakku. Baru sekitar 15 menit melaju, aku terhenti kulihat beberapa sepeda motor berhenti dan ada kerumuman, "ada apa ini pikirku" dalam hati. 

Kupelankan laju sepeda motorku sambil melihat situasi sekeliling untuk memastikan apa yang terjadi. Rupanya air sungai meluap akibat hujan deras semalam, yang membuat ruas jalan terputus dan tidak dapat dilalui. Akupun berhenti dan berbicang sebentar dengan beberapa orang yang menunggu di pinggiran jalan, ada yang sudah satu jam menunggu tetapi air belum surut juga. 



Kondisi Air Meluap di Desa Aek Kundur





Kondisi Air Meluap di Desa Aek Simanat

Setelah hampir setengah jam tidak ada tanda-tanda air berkurang, aku mencoba menghubungi teman-teman  guru yang ada di desa sekolahku berada supaya mengambil alih les mata pelajaran yang seharusnya kutanggung jawabi, tapi tidak satupun yang terhubung, mungkin juga karena lampu padam di sana pikirku. Memang, di desa tempat sekolah ku mengajar bila listrik padam maka sinyal telepon akan segera menghilang. Kuputuskan mengirimkan pesan berharap rekan-rekan guru di sana akan membacanya. Dan aku pun segera berbalik arah, melaju sepeda motorku kembali menuju kediamanku.

Inilah sepenggal cerita seorang Guru Desa yang tetap semangat dan berjuang dengan segala keterbatasan yang ada....

Semangat...

Postingan Terbaru

Janji kepada Ilahi

Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini