Senin, 28 Desember 2020
Belajar sebagai Editor Buku
Sabtu, 26 Desember 2020
Refleksi dan Resolusi menyambut Tahun 2021
Waktu terus berjalan, tiada yang bisa menahan. Tiada terasa tahun 2020 akan segera berlalu, digantikan tahun baru 2021. Kehidupan ini memang akan terus berlangsung. Sepertinya baru saja memejamkan dan membuka mata tetapi waktu terus berganti dan masa lalu tidak bisa diulangi lagi. Apa yang kita lakukan dengan kondisi yang ada dengan waktu yang terus melangkah?
Kita perlu refleksi. Ya, memandang sejenak ke masa-masa yang telah kita lalui khususnya di tahun 2020 yang akan segera berlalu. Bagaimana perjalanan hidup kita selama tahun 2020, baik itu keberhasilan ataupun kegagalan, mari kita renungkan kembali bagaimana semuanya itu kita jalani. Secara global memang tahun 2020 adalah tahun penuh ujian dan tantangan. Bagaimana tidak, dengan adanya wabah virus Corona, semua manusia merasakan dampaknya yang pastinya sangat berpengaruh pada kehidupan kita di tahun ini.
Tetapi saat ini mari secara pribadi mengevaluasi diri, bagaimana kita di tengah situasi yang ada mampu untuk bertahan dan bahkan menjalani semuanya dengan ucapan syukur. Bahkan menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa dalam berfikir dan bertindak, karena kita ketahui bahwa tantangan kehidupan pasti akan selalu datang silih berganti, tetapi diharapkan fokus kita bukan masalah tersebut tetapi bagaimana kita bisa tetap berpengharapan di tengah situasai sangat sulit sekalipun, dan pastinya itu akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan matang.
Pertanyaan selanjutnya adalah sudah sejauh mana kita mampu dalam menggunakan waktu dan kesempatan yang ada untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi? Pribadi yang lebih baik dalam artian semakin baik dalam hal pengetahuan, keterampilan, sosial bahkan spiritual. Kita semua diberikan waktu yang sama, tetapi pastinya kita bisa berbeda-beda dalam memanfaatkan waktu yang ada.
Dalam hal pengetahuan, bukan harus di dapat dari instansi pendidikan formal atau yang dinamakan sekolah. Tetapi pengetahuan dari pengalaman sehari-hari yang kita dapatkan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham. Dalam hal ini diperlukan kemampuan membaca yang baik, baik dari sumber tulisan bahkan dari kemampuan kita membaca situasi dan sekeliling yang bisa membuat kita lebih paham tentang banyak hal.
Di dalam bidang keterampilan juga tidak kalah pentingnya. Apa keterampilan yang sudah kita asah, pertajam dan akhirnya kita miliki di tahun 2020 ini? Keterampilan memerlukan kreasi yang akan menghasilkan sebuah karya. Pastinya diperlukan juga latihan, latihan dan terus latihan sehingga keterampilan itu bisa kita kuasai sepenuhnya, bahkan bisa menjadi ahli di bidang tersebut. Pertanyaannya apakah selama setahun ini ada keterampilan baru atau keterampilan yang semakin kita kuasai?
Sebagai makhluk sosial, kita juga dituntut untuk berinteraksi dengan sesama. Bukan hanya sekedar berinteraksi, kita juga dituntut untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat di mana kita berada. Untuk meningkatkan peran sosial diharapakan bisa terlebih dahulu mengesampingkan egoisme. Sifat yang berfokus pada kepentingan diri sendiri tanpa menghiraukan apa yang terjadi dengan orang lain. Sebagai manusia kita akan benar-benar merasakan kebahagiaan sejati ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
Spiritual adalah hal yang sangat mendasar bagi setiap insan. Dengan keyakinan yang kita imani menjadi dasar kita untuk memandang dan menjalani hidup yang fana. Spiritual yang baik pada seseorang akan membuatnya bergantung sepenuhnya kepada Sang Pemilik dan Pencipta Alam Semesta ini. Sangat diperlukan evaluasi diri dalam aspek spiritual dengan berharap hari-hari yang akan datang kita akan semakin memiliki kualitas iman yang lebih baik.
Dengan mengingat-ingat kembali berbagai aspek yang sudah kita jalani di tahun 2020 yang akan segera berlalu, biarlah hal itu menjadi pengalaman dan pembelajaran yang mendorong kita untuk senantiasa memperbaiki diri. Menyambut resolusi pada tahun 2021 dengan berkomitmen akan melangkah dan menggunakan waktu dengan lebih bijaksana lagi. Impian dan harapan menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya juga berbagai aspek kehidupan yang lebih baik lagi di tahun yang baru semoga terwujud, dengan berjuang, berusaha dan berkarya. Berkarya bukan untuk diri sediri saja tetapi juga menghasilkan karya yang manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain.
Mari sambut tahun baru dengan optimis dan semangat selalu...
Minggu, 06 Desember 2020
Buku Antologi Cerpen Kelas MBI
Kelas MBI terus menginspirasi, sehingga mampu menggerakkan peserta yang ada untuk segera berkarya. Hari Minggu (6/12/2020) bu Tiwi menyatakan keinginannya di grup untuk berduaet, trio atau kwartet dalam menulis buku Antologi Cerpen. Tanpa menunggu waktu lama, beberapa peserta lainnya segera memberi respon. Dimulai dari Bu Citra Turnip (Sumut), kemudian Bu Desak (Bali) dan akhirnya Bu Uchey (Bogor), lengkaplah sudah peserta menulis buku antologi cerpen dengan 4 orang penulis. Kenapa penulisnya hanya 4, supaya buku bisa diajukan dalam mendapatkan Angka Kredit (AK) dalam pengejuan kenaikan pangkat pada PNS.
Eh,,, tunggu dulu... Rupanya bu Ledwina menjapri saya dan menyertakan beberapa pesan WA dimana beliau sudah berkomunikasi sebelumnya dengan Bunda Lilis untuk ikut serta dalam penulisan buku Antologi Puisi, dan bisa saya tangkap beliau juga tertarik untuk bergabung, tetapi terlambat dalam dari Bu Uchey. Akhirnya saya membuka kesempatan untuk siapa yang mau bergabung di dalam penulisan buku Antologi Cerpen kedua dengan berharap ada 3 orang lagi peserta yang mau bergabung untuk menemani bu Ledwina.
Dan ternyata....., dalam hitungan menit langsung saja Bu Merpati (NTT), Bu Nophia (NTT) dan Bu Nuri (Lampung) mendaftarkan diri untuk ikut serta. Wah... Luar biasa, akhirnya tidak lewat dari satu hari peserta langsung tercukupi bahkan bertambah, bukan satu tetapi akan ada 2 buah buku Antologi Cerpen yang diterbitkan. Untuk lebih mengoptimakan penerbitan buku, grup Antologi Cerpen pun terbentuk dan diharapkan menjadi awal mula dalam menghasilkan 2 buah buku Antologi Cerpen karya Kelas MBI.
Saya teringat kembali bagaimana pengalaman yang sama dalam lelang buku Antologi Buku Bundaku. Yang tidak terbayangkan sebelumnya, rupanya antusias peserta begitu tinggi sampai bisa mengumpulkan 22 penulis yang dibagi menjadi 2 tim yang akan menerbitkan 2 buah buku Antologi Bundaku "Kado Spesial buat ibu".
Kelas MBI memang luar biasa,,,, Para peserta yang banyak diisi penulis pemula, tetapi memiliki semangat yang bergelora untuk segera menghasilkan Karya...
Ayooooo,,, Tetap semangat,,, Semangat dan Terus Semangat.....
Jumat, 04 Desember 2020
The Power of "Pada Suatu Hari"
Kalimat "Pada suatu hari" pasti sudah tidak asing bagi kita semua. Kita sering mendengarnya pada masa kecil dulu, ketika mendengarkan cerita dari guru, bahkan saat ini pun kalimat tersebut tidak jarang digunakan dalam memulai sebuah cerita atau dongeng di buku maupun Televisi.
Siapa sangka kalimat tersebut memiliki kekuatan yang begitu besar dalam menulis. Disaat keinginan menulis sangat kuat dan sudah ada ide di kepala tetapi sulit untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, maka diperlukan suatu formula atau rumus jitu untuk memecahkan masalah kebuntuan tersebut, salah satunya dengan memulai tulisan dengan kalimat "Pada suatu hari".
The Power of "Pada suatu hari" merupakan materi yang dibawakan oleh Pak Eko Daryono yang merupakan Narasumber Kelas WAG MBI pada jumat malam tanggal 4 Desember 2020. Mengawali kelas, kalimat "Pada suatu Hari" langsung muncul pada judul puisi yang ditampilkan dalam menyambut Narasumber malam ini. Berikut isi puisi yang sangat menggugah tersebut:
Pada Suatu Hari Nanti (Karya Sapardi Djoko Damono)
Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.
Kau akan tetap kusiasati,
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.
Pak Eko pun memulai kelas dengan menyatakan bahwa "Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir". Deadlock menulis dikarenakan kita terlalu banyak berpikir... jadi lari deh semua ide... kabur.....
Kalau kunci menulis adalah menulis... lha... menulisnya harus dari mana...., Oleh karenanya kita bisa gunakan jurus "Pada Suatu Hari", ungkap beliau.
Contoh Puisi yang menggunakan kalimat "Pada suatu hari"
Contoh Lagu yang menggunakan lirik "Pada suatu hari"
Dongeng yang menggunakan kalimat "Pada suatu hari"
Bahkan kalimat "Pada suatu hari" bisa mengungkapkan perasaan yang sedang PATAH HATI,,, Contohnya ketika rasa masakan tak sesuai harapan, pergi nurut Google map malah kesasar, mau buat kejutan eh... ternyata tak sesuai harapan. Mau ada tamu dibela-belain persiapan eh... nggk jadi datang. Semuanya bisa kita tuliskan dengan memulainya dengan kalimat "Pada suatu hari".
Demikian hebatnya kalimat "Pada suatu hari", sehingga bisa menjadi solusi pada saat kita merasa sepertinya menulis itu sulit. Ketika sudah ada ide, tetapi kita tidak tahu bagaimana menuliskannya, cobalah dengan memulai tulisan anda dengan kalimat "Pada suatu hari".
Karena dalam menulis, yang sulit adalah memulainya, ketika sudah dimulai yakinlah maka kata demi kata akan segera mengalir seperti air mengikuti kalimat yang sudah disusun sebelumnya.
Selamat mencoba, dan tetap semangat
Postingan Terbaru
Janji kepada Ilahi
Komitmen adalah janji. Janji yang seharusnya selalu ditepati. Tetapi seringkali komitmen hanya ilusi, hanya sebagai ucapan yang tidak diinga...
Postingan Terpopuler dalam sebulan ini
-
Setelah hampir seminggu Pak Gurdes fokus dalam mendampingi putra kesayangannya Rido yang harus menjalani operasi ringan di telapak kakinya, ...
-
Malam ini saya sangat berbahagia, bahagia bukan karena bunyi sms banking , atau mendapat hadiah spesial dari seseorang, tetapi bahagia karen...
-
Ruang Kelas Menulis Buku Inspirasi pada malam hari ini terasa berbeda dari sebelumnya, pada pembelajaran kali ini sangat kental dengan keber...













