Selasa, 25 Mei 2021

Resume Terbaik "Menulis untuk Berkarya"



"Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?" -K.H. Wahid Hasyim- 


Kata bijak di atas selalu terngiang jelas. Kalimat yang senantiasa menggerakkan raga untuk selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk terus berkarya... berkarya... dan berkarya.

Saya sangat senang ketika diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman di kelas Menulis Bersama Pak Naff (MBPN) kemarin malam. Semoga apa yang saya sampaikan menumbuhkan bibit-bibit baru pegiat literasi khususnya di Sumatera Barat, sebagai tuan rumah kegiatan ini diselenggarakan. 

Saya tidak akan panjang lebar menguraikan tentang materi yang sudah disampaikan tadi malam, karena sudah ada resume yang dituliskan oleh peserta pada pelatihan tersebut. Ya, memang saya memberikan tantangan untuk menulis resume pertemuan tersebut. Karena ketika membuat resume, peserta langsung diajak untuk terjun menulis. Jadi pelatihan menulis bukan hanya sekedar teori saja.  

Selamat buat Ibu Darma Aswita, yang karyanya terpilih sebagai resume terbaik. Semoga bingkisan yang sudah saya kirimkan memberikan motivasi buat ibu untuk terus berkarya. Buat peserta lainnya yang juga telah mengirimkan resumenya tetapi belum beruntung, saya juga mengucapkan terima kasih dan tetap semangat dalam menghasilkan karya. 
  
Ayo kita simak resume dari Ibu Darma Aswita berikut ini:



Menulis untuk Berkarya

Menulis berarti menuangkan pikiran kita ke dalam sebuah tulisan. Hingga akhirnya menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati oleh si penikmat bacaan.

Suaat kita memutuskan menjadi seorang penulis, berarti kita sudah berani melawan ketakutan kita dalam menulis. Itu berarti kita sudah memiliki niat untuk menjadi seorang penulis sejati. 

Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis. Seorang inspirator dalam kelas Menulis Bersama Pak Naff (MBPN), yang bernama Bapak Sahat S Naibaho mengemukakan beberapa hal yang diperlukan seorang penulis. 

Berikut hal-hal yang diperlukan seorang penulis:

1.      Niat
Semuanya dimulai dari niat. Apapun kegiatan yang akan kita kerjakan tentulah harus ada niat. Jika seseorang tidak memiliki niat menjadi penulis, maka dia tidak akan jadi penulis. Menjadi penulis tidak harus memiliki bakat, namun yang dibutuhkan adalah niat dan tekad yang kuat. Diawali dari niat dan tekad, disitulah kita bisa menjadi seorang penulis.
Niatkan saja dulu, siapa tahu dengan niat kita yang kuat kita bisa menjadi penulis terkenal. Untuk menimbulkan niat menjadi penulis. Tentu kita memiliki alasan ataupun tujuan menjadi seorang penulis.

Alasan yang pertama bisa berorientasi material. Dimana kita berniat untuk mencari royalti dari penjualan buku yang telah kita tulis, atau pun jadi pembicara di acara-acara seminar mengenai buku kita.

Alasan kedua orientasi eksistensial, dimana bertujuan agar kita dikenal oleh masyarakat. Dalam hal ini bertujuan untuk mengejar popularitas. Menjadi penulis maka secara tidak langsung kita akan dikenal oleh banyak orang. Apalagi tulisan kita termasuk kategori best seller. Bisa dipastikan nama kita akan dikenal di seluruh penjuru Negeri.

Alasan selanjutnya adalah orientasi personal, orientasi sosial, dan orientasi spiritual. Orientasi personal berarti kita berniat menjadi penulis untuk mengekspresikan perasaan kita. Dengan menulis kita dapat menuangkan pengalaman yang kita alami. Ataupun menuangkan ide dan imajinasi kita ke dalam sebuah tulisan.

Sedangkan orientasi sosial berarti tujuan kita untuk merubah cara berpikir orang ataupun pandangan orang lain. Kita mengajak seseorang untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga orang lain terpengaruh dengan tulisan kita.

Terakhir orientasi spiritual, tujuannya semata-mata untuk beribadah dan menyebar kebaikan. Mengajak pembaca untuk melakukan kebaikan. Baik kepada diri sendiri, orang lain, ataupun kepada lingkungan.

Dengan jelasnya tujuan kita dalam menulis, maka niat kita untuk menulispun akan semakin kuat.
Jadi, sudahkah kamu memiliki niat untuk menulis?
 
2.      Komitmen
Setelah kita memiliki niat. Maka berkomitmenlah dengan niat yang telah ditetapkan. Komitmen merupakan salah satu langkah kita menjadi penulis. Komitmen dengan diri sendiri untuk selalu belajar dan rutin dalam menulis. Komitmen berarti kita berjanji pada diri sendiri untuk menepati apa yang telah kita niatkan. Buatlah komitmen untuk menulis setiap hari. Jika sudah terbiasa menulis setiap hari, melewatkan satu hari saja tanpa menulis maka akan terasa hambar dan hampa. Ibarat makan sayur tanpa garam. Hambar.

Tetaplah berkomitmen dalam menulis. Seperti kata bu Ditta "Milikilah mental seorang penulis yang pantang menyerah". Walaupun banyak halangan ataupun rintangan jangan takut gagal, coba lagi. Semuanya hanya soal jam terbang. Semakin banyak kita latihan, maka akan semakin terasah keterampilan kita dalam menulis. Exercise make perfect, jika kita sering latihan maka akan menghasilkan kesempurnaan.
 
3.      Bergabung dengan komunitas menulis
Niat sudah ada, komitmenpun sudah dibuat. Lalu bergabunglah dengan komunitas menulis. Buat apa? Nah, pak Sahat menjabarkan bahwa dengan kita bergabung dalam komunitas, semangat kita dalam menulis akan terpelihara. Ibarat kita berteman dengan penjual parfum, wanginya juga akan sampai ke kita kan? Begitulah tujuannya.

Dengan bergabung dalam komunitas menulis kita akan saling memotivasi, saling mendukung, dan saling memperbaiki tulisan-tulisan yang kita buat. Bahkan kita bisa menjadi editor untuk teman kita dan sebaliknya.
Jadi, janganlah ragu untuk bergabung dalam komunitas.
 
4.      Ikut menulis di buku antologi (bersama)
Tujuannya agar kita terlatih dan memacu semangat kita untuk menerbitkan buku solo. Jika kita terbiasa menulis antologi, hal ini akan memberikan pengalaman berharga untuk kita dalam menulis buku solo. Kita juga akan terlatih mengedit tulisan-tulisan kita sebelum diterbitkan ke penerbit.

5.      Banyak membaca
Membaca menjadi salah satu point penting untuk menjadi penulis. Semakin banyak kita membaca, maka pembendaharaan kata kita akan semakin meningkat. Dengan membaca, kosa kata yang baru akan terekam dalam otak kita. Sehingga, saat kita menulis, kosa kata tersebut akan muncul dengan sendirinya. Selain itu, tulisan kita juga akan semakin bervariasi dengan banyaknya kosa kata. 

Tidak rugi jika rajin membaca, tidak hanya dapat ilmu tetapi pembendaharaan kata juga bertambah. Tulisan kita juga semakin variatif. Dan yang terpenting keterampilan menulis kita semakin terasah. Jadi, masih malas untuk membaca?
 
6.      Menulislah dengan hati
Menulislah dengan hati berarti menulislah dengan sepenuh perasaan. Tujuannya agar tulisan yang kita tulis sampai kepada pembaca. Agar tulisan kita memiliki ruhnya sendiri. Jika tulisan kita telah memiliki ruhnya sendiri maka tujuan kita sampaj kepada si pembaca. Akan memberikan kesan yang mendalam kepada pembaca.
 
7.      Belajar tata cara penulisan yang baku dan benar
Saat menulis perlu kita perhatian ejaan dan tanda baca yang tepat. Jika kita ingin menjadi penulis profesional maka sudah seharusnya kita belajar tata cara penulisan yang benar. Belajar kata baku, dan ejaan yang benar. Kita bisa melihat buku panduan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dan kita juga bisa berpedoman kepada KBBI. Banyak media yang kita gunakan dalam belajar tata cara penulisan. Jadi tidak ada alasan untuk kita malas belajar tata cara penulisan yang benar.

Jika kita sudah menguasai ketujuh hal tersebut, maka kita akan mampu menjadi seorang penulis sejati.

Kesimpulannya mulailah dengan niat yang tulus, tetaplah komitmen dalam menulis, pupuk terus semangat kita dengan bergabung dengan dalam komunitas menulis. Perbanyak bacaan, kemudian tulislah dengan hati, dan teruslah belajar. 

Semangat berkarya. 
Semangat memberikan ilmu-ilmu bermanfaat melalui karya-karyamu.
 
Wassalam
Darma Aswita
24 Mei 2021
MBPN
Guru SD 04 Sikabu Kec.Lubuk Basung
Kab. Agam
Sumatera Barat

(Dikirim ke email saya: sahatnbh@gmail.com, pada hari Selasa, 25 Mei 2021, pukul 00.02 WIB)

11 komentar:

  1. Mantap pak sahat,,, smoga karya bapak slalu menginspirasi banyak orang

    BalasHapus
  2. Terima kasih pak, benar-benar tidak menyangka karya saya terpilih sbg resume terbaik. Dan terima kasih juga atas ilmu dan inspirasinya buat kami para peserta pak. Semoga selalu menjadi inspirasi bagi kami untuk terus berkarya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... Semoga mimpinya memiliki buku solo segera terwujud bu... Semangat

      Hapus
  3. Wah untung Bunda tidak ikutan nulis resume, ha ha ha . . .
    Nanti langsung saja muncul bukunya ya...

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Semoga sukses malam ini sebagai Narasumber pak...

      Hapus
  5. Proficiat bu Wita, Sudah menjadi yang 'terbaik' sukses terus ke depan

    BalasHapus
  6. Mantap. Narsum. Pak SAHAT. Hebat.
    Selamat buat Bunda. Meraih predikat Resume Terbaik..
    Sukses jg buat Pak Naff.

    BalasHapus

Postingan Terbaru

Iman dan Ilmu Pengetahuan

Iman dan Ilmu Pengetahuan   (Oleh: Sahat Serasi Naibaho, S.Si, Gr.)   Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal:  dalam ...

Postingan Terpopuler dalam sebulan ini